Cukup Bayar Rp50 Ribu Setahun, Petani di Ciamis Ini Rasakan Manfaat Asuransi Mikro BRI

6 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Saat sebagian petani masih menganggap asuransi sebagai sesuatu yang rumit dan sulit diakses, Adi Nurdian (29) justru merasakan manfaat dari program tersebut. Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Gandari di Dusun Limus, Desa Sadananya, Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini mengaku terbantu ketika menghadapi risiko karena aktivitas pertanian, seperti sakit atau kecelakaan.

Adi mendaftar Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRILife. Ia pun hanya perlu membayar premi Rp50 Ribu. Bagi Adi, iuran sebesar Rp50 ribu per tahun bukanlah beban. Biaya yang relatif murah itu memberikan perlindungan dan rasa aman saat bekerja di sektor yang penuh ketidakpastian.

“Sudah ikut asuransi. Bayarnya Rp50 ribu per tahun,” ujar Adi kepada harapanrakyat.com, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, manfaat asuransi mikro dari BRI itu benar-benar dirasakan petani. Bahkan, ia pernah mengajukan klaim dan prosesnya jauh dari kesan berbelit-belit.

“Kalau sakit atau kecelakaan saat kerja di sawah kan bisa klaim asuransi. Saya pun pernah klaim. Sangat membantu. Untuk klaimnya juga mudah sekali,” katanya.

Pengalaman tersebut membuat Adi berharap semakin banyak petani yang mengetahui program perlindungan tersebut. Sebab, masih banyak petani yang belum memahami manfaat maupun mekanisme kepesertaannya.

Selain perlindungan asuransi, pemerintah juga mendorong petani memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai akses permodalan usaha tani. Meski belum pernah mengajukan KUR, Adi menilai program itu berpotensi membantu petani mengembangkan usaha mereka.

“Harapannya, baik asuransi maupun KUR untuk petani ini lebih disosialisasikan lagi oleh para PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) supaya lebih banyak petani yang tahu dan bisa merasakan manfaatnya,” ucapnya.

Sosialisasi Asuransi Mikro untuk Petani di Ciamis

Petani di Ciamis Rasakan Manfaat Asuransi Mikro BRISosialisasi dan Pendampingan Asuransi Mikro Perlindungan Jiwa Bai Petani di Jawa Barat di Aula DPKP Kabupaten Ciamis. Foto: Fahmi Albartiansyah/Harapan Rakyat

Harapan Adi sejalan dengan upaya yang tengah dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis. Melalui kerja sama dengan PT Asuransi BRI Life dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, DPKP menyosialisasikan Polis Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) kepada para petani serta sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani.

Sosialisasi yang berlangsung di Aula DPKP Kabupaten Ciamis pada Rabu (26/5/2026) lalu itu merupakan bagian dari sinergi antara Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat dengan penyedia jasa asuransi untuk memperluas perlindungan bagi petani di berbagai daerah.

Kepala DPKP Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, mengatakan program Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI dirancang untuk memberikan perlindungan finansial bagi petani yang menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan aktivitas pertanian.

Menurutnya, pekerjaan di sektor pertanian memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi, mulai dari kecelakaan kerja hingga gangguan kesehatan. Karena itu, kehadiran asuransi mikro diharapkan dapat menjadi penyangga ekonomi bagi petani dan keluarganya saat musibah terjadi.

“Mengingat tingginya risiko fisik dalam aktivitas tani, kehadiran asuransi mikro ini diharapkan menjadi solusi konkret. Sehingga keluarga petani tidak jatuh ke jurang ekonomi saat terjadi musibah,” ujar Ape saat dihubungi harapanrakyat.com, Jumat (29/5/2026).

Ape menjelaskan, sosialisasi tersebut tidak hanya mengenalkan manfaat polis asuransi kepada petani. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme kepesertaan hingga tata cara pengajuan klaim.

Menurutnya, edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak lagi menganggap proses klaim asuransi sebagai sesuatu yang rumit dan sulit diakses.

“Hal ini bertujuan untuk menghapus stigma bahwa proses klaim asuransi sulit dijangkau oleh masyarakat awam,” katanya.

KUR Perkuat Modal Usaha Petani

Selain memperkenalkan program perlindungan dari asuransi Mikro, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan KUR Khusus dari BRI yang dapat dimanfaatkan petani untuk memperkuat modal usaha.

Ape menilai, perlindungan melalui asuransi dan dukungan pembiayaan melalui KUR dari Bank BRI merupakan kombinasi yang dapat membantu menciptakan usaha tani yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan itu, DPKP menargetkan meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya memiliki perlindungan asuransi. Dengan adanya jaminan rasa aman, petani diharapkan dapat lebih fokus mengembangkan usaha mereka.

“Sehingga, dengan adanya jaminan rasa aman, diharapkan kesejahteraan petani di Ciamis dapat terus meningkat seiring dengan stabilitas usaha mereka di lapangan,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |