Benteng Van den Bosch, Peninggalan Belanda Estetik di Ngawi

9 hours ago 8

Benteng Van den Bosch merupakan salah satu destinasi sejarah yang sangat menarik di Ngawi, Jawa Timur. Benteng ini adalah peninggalan Belanda yang menjadi saksi bisu sejarah dari masa kolonial hingga kemerdekaan. Kini, tempat bersejarah ini menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai wilayah.

Baca Juga: Mengenal Peninggalan Belanda Jembatan Cincin Jatinangor

Sejarah dan Daya Tarik Benteng Van den Bosch

Benteng Van den Bosch atau yang juga disebut sebagai Benteng Pendem dibangun setelah terjadinya Perang Diponegoro. Inisiatornya adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang memprakarsai sistem tanam paksa yaitu Johannes Van Den Bosch. Karena itu, namanya kemudian diabadikan sebagai nama benteng megah dan kokoh satu ini.

Pembangunan benteng ini bermula pada tahun 1839 dan selesai pada tahun 1845. Arsitek Belanda yaitu Jacobus von Dentzsc merancang benteng ini menjadi bangunan yang megah dan kokoh. Tujuannya agar peninggalan bersejarah ini mampu menahan serangan musuh sekaligus menjadi tempat tinggal yang cukup nyaman.

Pemerintah Belanda sendiri membangun tempat ini dengan tujuan untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Apalagi saat itu, Ngawi memang menjadi salah satu pusat perdagangan pelayaran dan pertahanan Belanda di Madiun. Benteng Van den Bosch pun menjadi hunian bagi 250 tentara Belanda dan 60 pasukan kavaleri pimpinan Johannes Van den Bosch.

Lokasi benteng ini sendiri sangat strategis karena berada di kawasan pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Saat itu kedua sungai ini menjadi jalur pelayaran strategis sehingga banyak perahu yang melewatinya. Perahu tersebut membawa berbagai hasil bumi dari Surakarta, Madiun, maupun Ngawi menuju Gresik.

Pada tahun 1950, benteng ini kemudian jatuh di tangan pemerintah Indonesia dan menjadi markas Kodim 0805 Ngawi. Kemudian pada tahun 1977, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menetapkannya sebagai cagar budaya. Hingga kini bangunan ini masih berdiri kokoh bahkan menjadi destinasi sejarah yang menarik banyak perhatian.

Arsitektur Mewah dan Estetik

Benteng Van den Bosch berdiri di atas lahan seluas 15 hektar dengan bangunan berukuran 165×80 meter. Bangunanya tampak kokoh dan megah khas gaya Eropa zaman dulu dengan banyak pintu maupun jendela. Dulu bangunan ini sempat terbengkalai dan tak terawat namun masih kokoh meskipun ada bagian yang sudah rusak.

Baca Juga: Menilik Makam Peninggalan Belanda, Ereveld Leuwigajah Cimahi

Pada tahun 2020, pemerintah kemudian melakukan revitalisasi namun tanpa mengubah desain dan bentuk asalnya. Bangunan yang semula tampak suram dan kuno, kini menjadi lebih estetik dengan dominasi warna putih. Hal tersebutlah yang menjadi daya tarik tempat ini, apalagi desain bangunannya memang tampak megah.

Benteng ini sendiri terdiri atas beberapa bangunan sebagai barak militer, gudang amunisi, dan ruang tahanan. Bagian dindingnya tebal dan kuat, langit-langitnya tinggi, dan terdapat banyak ventilasi untuk memaksimalkan sirkulasi. Pengunjung bisa melihat langsung keindahan bangunan ini dan bebas mengabadikan momen sebagai kenang-kenangan.

Terdapat Museum Mini

Di area Benteng Van den Bosch juga terdapat bangunan yang berfungsi sebagai Museum Mini atau Museum Swadaya. Di dalamnya tersimpan berbagai barang peninggalan sejarah seperti senjata, seragam militer, hingga foto dokumentasi. Selain terdapat informasi tentang pembangunan benteng ini, ada juga info seputar peristiwa penting yang pernah terjadi di dalamnya.

Hadirkan Fasilitas Lengkap

Setelah revitalisasi, tempat ini pun menghadirkan berbagai fasilitas yang cukup lengkap untuk para pengunjung. Terdapat area parkir yang cukup luas, toilet umum bersih, hingga mushola untuk beribadah umat muslim. Bahkan di dalamnya juga terdapat cafe yang super estetik dengan berbagai menu makanan dan minuman.

Lokasi dan Jam Buka

Banguan bersejarah ini berada di Jalan Untung Suropati No II, Pelem II, Pelem, Kecamatan Ngawi, Ngawi, Jawa Timur. Pengunjung bisa mendatangi tempat ini setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Pengunjung pun tidak perlu mengeluarkan banyak uang karena tiket masuknya sangat terjangkau yaitu hanya Rp10.000 per orang.

Baca Juga: Napak Tilas Pabrik Cokelat Peninggalan Belanda di Garut

Benteng Van den Bosch menjadi bangunan yang sangat menarik dan kaya akan nilai sejarah. Tempat ini menjadi saksi bisu yang menyimpan kenangan dari masa kolonial hingga kemerdekaan Indonesia. Kehadiran pengunjung pun kembali menghidupkan bangunan ini sekaligus menjaga kisah-kisah yang terjadi di dalamnya. Bagi yang ingin liburan sekaligus mengenang sejarah, maka jangan lewatkan Benteng Pendem Van den Bosch ini. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |