harapanrakyat.com,- Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, menjadi perhatian serius pihak Perum Perhutani. Sekitar 1.000 hektare lebih kawasan hutan Perhutani yang tersebar di Kota Banjar teridentifikasi memiliki potensi terjadinya karhutla.
Wakil Administratur KPH Ciamis, Cucu Suhendar, mengungkapkan bahwa kawasan hutan Perhutani yang berada di wilayah administrasi Kota Banjar mencakup dua Resort Pemangkuan Hutan (RPH).
“Luas kawasan hutan Perhutani yang masuk wilayah Kota Banjar kurang lebih sekitar 1.000 hektare. Terbagi di RPH Banjar kurang lebih 600 hektare dan sebagian di RPH Gadung (wilayah Gunung Babakan) sekitar 500 hektare,” terang Cucu usai menghadiri latihan penanggulangan bencana karhutla, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Antisipasi Karhutla Saat Musim Kemarau, Polres Ciamis Cek Pasukan dan Peralatan
Hutan dan Lahan di Kota Banjar Rawan Kebakaran
Menurutnya, kondisi cuaca yang sangat kering menjadi pemicu utama meningkatnya risiko kebakaran. Banyaknya serasah dan daun-daun kering di lantai hutan menjadi hamparan bahan bakar yang sangat mudah tersulut api. Area yang paling rawan berada di titik-titik yang sering berinteraksi dengan aktivitas harian manusia.
“Potensi kebakaran paling rawan berada di area yang banyak interaksi masyarakat. Baik di kawasan RPH Banjar maupun kawasan Gunung Babakan RPH Gadung,” tambahnya.
Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, pihak Perhutani telah melakukan berbagai upaya preventif. Termasuk memasang spanduk imbauan di titik-titik jalur rawan serta mengerahkan jajaran petugas di lapangan.
Cucu mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan tindakan yang memicu timbulnya api.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membakar sampah di sekitar kawasan hutan secara sembarangan, demi mencegah terjadinya kebakaran hutan,” tegasnya.
Pihak Perhutani terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan penanganan karhutla di wilayah hukum Kota Banjar.
Baca Juga: Waspada Fenomena El Nino Godzilla 2026: Ancaman Karhutla Setara Tahun 2015?
Sementara itu, Polres Banjar menggelar Apel Kesiapan Gelar Pasukan Gabungan dalam rangka pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Banjar. Kegiatan ini melibatkan sinergi dari berbagai instansi, mulai dari TNI, BPBD, PMI, Polhut, Damkar, Satpol PP, hingga partisipasi masyarakat setempat.
Ratusan Personel Gabungan Disiagakan
Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menjelaskan, apel gabungan ini bertujuan untuk memeriksa kesiapan personel serta kelayakan peralatan siaga bencana.
“Kegiatan ini kita laksanakan berkolaborasi dengan instansi terkait untuk mengecek kesiapan personel dan peralatan. Kita memastikan bahwa seluruh personel dan peralatan siap digunakan kapanpun dibutuhkan,” katanya.
Tim gabungan yang melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan secara masif turun ke lapangan untuk melakukan patroli bersama. Serta memberikan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat.
Mengenai peta kerawanan, Kapolres menyebutkan bahwa wilayah Kota Banjar saat ini belum memiliki titik rawan utama yang tergolong ekstrem. Namun, potensi hotspot tetap ada di beberapa area pinggiran kota akibat tumpukan daun kering. Seperti di kawasan Pataruman dan Purwaharja.
Untuk itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada selama musim kemarau. Terutama saat melakukan aktivitas pembukaan lahan tanpa cara membakar.
Baca Juga: Kebakaran Perkebunan Jati di Garut, Area Terdampak Capai 5 Hektare
Warga juga diingatkan untuk memastikan kompor dan instalasi listrik dalam keadaan mati saat meninggalkan rumah. Serta tidak meninggalkan dapur tanpa pengawasan saat memasak.
Sebanyak kurang lebih 250 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan instansi lainnya disiagakan untuk mengawal kesiapsiagaan karhutla di wilayah Kota Banjar. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 day ago
16
















































