Pekerja Bangunan di Sumedang Meninggal Dunia Tertimbun Longsoran TPT saat Gali Fondasi Rumah Kos 

7 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Seorang pekerja bangunan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tembok penahan tanah (TPT), saat melakukan penggalian fondasi sebuah proyek rumah kos di Dusun Neglasari Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (10/7/2026).

Baca juga: BPKPD Kota Banjar Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Dua Korban Terjatuh dari Tower

Korban diketahui bernama Dodo (46), warga setempat yang bekerja sebagai buruh bangunan. Selain menelan satu korban jiwa, insiden tersebut juga menyebabkan seorang pekerja lain mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsoran. Akibatnya, korban harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor.

Kronologi Pekerja Bangunan Tertimbun Longsoran TPT 

Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas menjelaskan, peristiwa bermula ketika delapan pekerja bersama seorang mandor tengah menggali fondasi bangunan sedalam sekitar 50 sentimeter. Hal itu dilakukan sebagai persiapan pembangunan rumah kos.

Menurutnya, aktivitas penggalian diduga memicu getaran yang menyebabkan bagian fondasi menggantung pada tembok penahan tanah kehilangan penyangga. Akibatnya, fondasi akhirnya ambruk dan menimpa para pekerja yang berada di area galian.

“Dua pekerja sempat tertimbun material. Satu orang berhasil menyelamatkan diri meski mengalami cedera, sedangkan satu korban lainnya tidak sempat menghindar,” kata Rogers.

Baca juga: Kecelakaan Kerja di Pabrik Kayu Kota Banjar, Seorang Karyawan Meninggal Dunia Terjepit Mesin

Korban selamat, Ikun (60), mengalami luka pada bahu dan pelipis setelah terkena reruntuhan. Sementara Dodo diduga masih mengenakan atau membenahi tali sepatunya ketika longsoran terjadi sehingga tidak sempat keluar dari lokasi yang berbahaya.

Rogers mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, mandor telah memperingatkan seluruh pekerja untuk meninggalkan area galian karena dinilai rawan. Sebagian pekerja berhasil menjauh, namun korban yang meninggal masih berada di lokasi saat tembok penahan tanah runtuh.

“Mandor sebenarnya sudah mengingatkan seluruh pekerja untuk segera keluar dari area galian karena dinilai berbahaya. Salah satu korban sempat keluar, sedangkan korban yang meninggal dunia masih memakai sepatu sehingga tidak sempat menyelamatkan diri,” tambahnya.

Proses Evakuasi Korban

Evakuasi berlangsung sekitar satu setengah jam. Petugas gabungan menghadapi kendala karena korban tertimbun bongkahan beton dan batu berukuran besar. 

“Penggunaan alat berat tidak memungkinkan akibat akses menuju lokasi proyek yang sempit. Oleh karena itu, seluruh proses penyelamatan dilakukan secara manual dengan memecah material beton yang menimpa korban,” ucapnya.

Baca juga: Jatuh dari Ketinggian, Dua Orang Tewas Saat Bongkar Tower Triangle di Kompleks Perkantoran Kota Banjar

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Jatinangor. Sedangkan korban luka dirujuk ke RS Unpad Jatinangor untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian serta menghentikan sementara aktivitas pembangunan guna kepentingan penyelidikan. Selain itu, aparat juga mengingatkan pemilik proyek dan para pekerja agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja. Hal ini penting, terutama karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan yang dapat memicu longsor susulan.

“Kami menghentikan sementara kegiatan proyek dengan memasang garis polisi. Kami juga mengimbau pemilik bangunan dan warga di sekitar lokasi agar berhati-hati karena masih dimungkinkan terjadi getaran maupun longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan,” pungkasnya. (Aang/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |