harapanrakyat.com,- Keputusan Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menggeser jadwal pelaksanaan wisuda memicu kekecewaan dari para calon wisudawan. Perubahan yang diumumkan secara mendadak melalui grup WhatsApp peserta tersebut dinilai merugikan mahasiswa, baik secara materiil maupun mental.
Baca juga: Perkuat Daya Saing SDM dan Isu Lingkungan, Magister Manajemen Unsil Tasikmalaya Gelar IGNITE 3.0
Salah satu calon wisudawan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsil, Ariva Mistriatin, mengungkapkan bahwa perubahan jadwal diumumkan hanya seminggu sebelum hari pelaksanaan (H-7). Padahal sebelumnya, pihak kampus telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 5597/UN58/PP.07/2026 yang menyatakan wisuda digelar pada 26 Agustus 2026.
”Kami yang tergabung di grup sekitar 1.024 orang sudah menyiapkan semuanya, mulai dari izin cuti orang tua, cuti kerja, booking tiket, penginapan, MUA, sewa kebaya, hingga fotografer untuk tanggal 26 Agustus. Karena dipindah mendadak jadi tanggal 27 Agustus, banyak kerugian yang kami alami karena tidak semua bisa di-reschedule atau di-refund,” ujar Ariva kepada Harapan Rakyat, Kamis (20/08/2026).
Ariva menambahkan, kekecewaan mahasiswa kian memuncak lantaran pengumuman awal dari pihak Biro Akademik tidak disertai kronologi dan alasan yang jelas. Selain itu, forum sosialisasi daring melalui Zoom yang diadakan keesokan harinya dinilai tidak memberikan solusi konkret.
”Isinya hanya permintaan maaf tanpa menawarkan solusi. Bahkan aspirasi dan kritikan mahasiswa dibatasi lalu forum langsung ditutup. Wisuda bukan hanya tentang seremoni. Cara institusi membuat keputusan dan bertanggung jawab menjadi cerminan kualitas pendidikan yang sebenarnya,” tegasnya.
Penjelasan Biro Akademik Unsil
Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan Biro Akademik Unsil, Dr. Salman Alfarisi, menjelaskan bahwa penetapan tanggal wisuda merupakan hak prerogatif Sidang Senat Unsil, bukan keputusan personal Rektor maupun Biro Akademik.
Salman menerangkan, dalam kalender akademik, alokasi waktu wisuda memang tercantum pada tanggal 26 dan 27 Agustus. Namun, Sidang Senat yang digelar pada 18 Agustus akhirnya menetapkan wisuda dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus dengan mempertimbangkan kelancaran gladi bersih.
”Tanggal 25 Agustus merupakan hari libur nasional memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sangat berat mengadakan gladi bersih di hari libur. Padahal gladi bersih harus berdekatan dengan hari pelaksanaan untuk menjaga ingatan prosesi wisuda. Oleh karena itu, Senat menetapkan wisuda pada tanggal 27 Agustus,” jelas Salman.
Baca juga: Mahasiswi Unsil Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Dosen
Ia menilai pengumuman tersebut masih memiliki jeda waktu bagi mahasiswa untuk melakukan penyesuaian agenda. Kendati demikian, pihak kampus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Terkait potensi kerugian materiil seperti sewa vendor atau tiket yang hangus, Salman menyatakan pihak kampus tidak memberikan ganti rugi secara finansial.
”Secara moral dan dengan penuh empati, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Untuk penggantian biaya, mohon izin kami tidak bisa mengganti. Harapan kami, dengan jeda waktu yang ada, mahasiswa masih bisa berkomunikasi dengan pihak vendor untuk reschedule. Bagi yang terkendala, bisa mengajukan ikutan di periode selanjutnya,” tutur Salman.
Ia menegaskan kejadian ini menjadi bahan evaluasi dan pelajaran berharga bagi internal Unsil agar lebih teliti serta hati-hati dalam perencanaan di masa mendatang. (Rafi/R6/HR-Online)

5 hours ago
6

















































