harapanrakyat.com,- Penemuan gelombang metalik Mars baru-baru ini sangat mengejutkan para ahli antariksa. Wahana pengorbit Mars Express milik Eropa berhasil merekam pemandangan planet Mars tersebut. Objek unik ini terletak tepat di dalam cekungan kawah kuno Kaiser.
Baca juga: Jejak Bersejarah Pendaratan Wahana Antariksa Viking 1 di Mars
Kawah raksasa ini memiliki ukuran diameter mencapai 180 kilometer. Cekungan luas tersebut berada di dataran tinggi selatan bernama Noachis Terra. Area ini merupakan wilayah purba yang sering terkena hantaman meteorit dahulu.
Tampilan mengkilap tersebut sama sekali bukanlah lautan logam cair sungguhan. Wujud menawan tersebut sejatinya merupakan hamparan gundukan bukit pasir vulkanik purba. Hamparan pasir gelap ini mengandung banyak mineral vulkanik seperti zat piroksen.
Ilusi optik ini tercipta secara alami akibat lapisan tipis embun beku. Material karbon dioksida beku menutupi bukit pasir selama musim dingin selatan. Pantulan cahaya terang dari embun putih amat kontras dengan pasir gelap.
Baca juga: Misi Skyfall ke Mars, NASA Siapkan 3 Helikopter Generasi Baru
Gabungan warna kontras inilah yang menghasilkan efek visual menyerupai logam mengkilap. Tiupan angin kencang terus membentuk pasir ini menjadi deretan gundukan raksasa. Ketinggian beberapa bukit pasir bahkan sanggup mencapai lebih dari 100 meter.
Kamera resolusi tinggi wahana antariksa sangat jeli menangkap rincian lanskap ini. Gambar pemandangan ini juga memperlihatkan berbagai jenis bentuk bukit pasir berbeda. Bentuk gundukan tersebut memberikan petunjuk penting tentang arah tiupan angin lokal.
Jejak Sejarah Iklim dan Evolusi Cuaca Kuno Planet Merah
Peneliti menemukan bukit pasir berbentuk bulan sabit pada bagian tepi kawah. Model bukit pasir barchan ini selalu memiliki ujung yang menunjuk searah angin. Bagian tengah lapangan memiliki punggungan sejajar yang membentang tegak lurus angin.
Angin planet tersebut rupanya telah mengikis lapisan tanah bagian paling atas. Proses pengikisan ini kemudian mengekspos endapan berwarna terang di bawah pasir. Ilmuwan menduga bahwa lapisan terang tersebut merupakan hamparan mineral tanah liat purba.
Keberadaan tanah liat ini menandakan bahwa wilayah tersebut pernah memiliki air. Dinding kawah curam juga memperlihatkan keberadaan saluran sempit bekas aliran cairan. Saluran air tersebut mungkin terbentuk oleh es yang mencair pada masa lalu.
Baca juga: MAVEN NASA Pensiun, Hilang Kontak dan Tak Bisa Dipulihkan Lagi
Saat ini, selubung atmosfer planet sangatlah tipis jika dibandingkan dengan bumi. Kondisi udara tipis membuat angin lebih sulit untuk mengangkat partikel debu. Meskipun demikian, bukit pasir raksasa ini membuktikan hebatnya kekuatan angin masa lampau.
Formasi pasir ini mungkin terbentuk ketika atmosfer masih berukuran jauh lebih tebal. Wahana penjelajah terus membuktikan keandalannya meskipun sudah beroperasi lebih dari dua dekade. Mesin ini senantiasa memberikan pandangan berharga mengenai struktur geologi benda luar angkasa.
Eksplorasi berkelanjutan ini pastinya sangat membantu pemahaman manusia tentang fenomena alam semesta. Citra memukau ini secara langsung menambah daftar panjang keindahan visual tata surya. Karenanya, penampakan gelombang metalik Mars tersebut sungguh memperkaya wawasan ilmu pengetahuan modern. (Muhafid/R6/HR-Online)

20 hours ago
14

















































