harapanrakyat.com,- Massa dari ormas Pemuda Pancasila Kota Banjar, Jawa Barat, audiensi di halaman Pendopo Kota Banjar, Sabtu (25/7/2026). Mereka menuntut pemerintah kota menegakkan ketertiban dan kondusifitas wilayah. Sebab massa aksi menilai, pemerintah daerah kurang tanggap menjaga kondusivitas wilayah, usai adanya dugaan pengeroyokan yang terjadi di tempat hiburan karaoke di kawasan Dobo Kota Banjar pada pekan lalu.
Baca Juga: Dugaan Pengeroyokan di Tempat Karaoke Dobo Kota Banjar, 6 Orang Jadi Korban
Diketahui, dugaan aksi pengeroyokan tersebut kemudian melebar pada isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Karena dalam insiden itu, dinilai terdapat ucapan dari pihak terduga para pelaku yang kebetulan Suku Batak.
Ucapan tersebut dinilai menyinggung Suku Sunda sehingga situasi menjadi memanas. Para korban dugaan pengeroyokan di tempat karaoke sendiri diketahui merupakan anggota Pemuda Pancasila.
Dalam audiensi tersebut, para pihak pada akhirnya saling sepakat menjaga kondusivitas daerah. Selain itu juga, sepakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum pelaku pengeroyokan kepada Aparat Penegak Hukum.
Perwakilan Pemuda Pancasila, Irwan Herwanto mengatakan, kedatangan massa aksi meminta kepada pemerintah daerah agar responsif dan terlibat menjadi kondusivitas wilayah. Terlebih, dalam insiden tersebut terdapat isu SARA yang terus berkembang liar, sehingga perlu ada upaya menjaga kondusivitas.
“Audiensi ini untuk meminimalisir risiko konflik antar etnis. Kami juga sudah berusaha mencegah agar tidak terus melebar. Kami ingin tahu sikap dari pemerintah,” katanya saat audiensi.
Sementara itu, Wali Kota Banjar, Sudarsono mengatakan, permasalahan tersebut telah diselesaikan bersama, dan diharapkan tidak akan terjadi peristiwa serupa.
Pihak pemerintah juga akan menanggung biaya pengobatan korban dugaan pengeroyokan di tempat karaoke. Dan menyerahkan proses hukum para terduga pelaku kepada Aparat Penegak Hukum sesuai peraturan yang ada.
“Pada hari ini kita sepakat bahwa permasalahan sudah kita bisa selesaikan bersama. Selanjutnya saya selaku Wali kota, bertanggung jawab untuk pengobatan selanjutnya,” katanya.
Tokoh Batak Minta Maaf, Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tempat Karaoke Diproses
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Masyarakat Batak Banjar dan Sekitarnya, Lambok Siahaan mengatakan, setelah mengetahui adanya insiden tersebut, pihaknya bersikap kooperatif dan berkoordinasi dengan aparat Kepolisian.
Baca Juga: Polisi Amankan Terduga Pelaku Pengeroyokan di Tempat Hiburan di Kota Banjar
Pihaknya meminta maaf kepada seluruh Suku Sunda yang ada di Kota Banjar dan masyarakat serta pihak-pihak terkait. Permintaan maaf itu, jika dalam insiden tersebut terdapat ucapan yang tidak bisa diterima dan menyinggung warga Suku Sunda.
Ia secara pribadi juga tidak akan membela dan mentolerir, apabila terdapat warga Batak yang mengucapkan hal yang seperti itu. “Saya selaku pembina Paguyuban meminta maaf sebesar-besarnya. Ke depannya kami akan berkoordinasi dengan Pemuda Pancasila dan ormas yang lain dan Pemerintah Kota Banjar,” ucapnya.
Kapolres Kota Banjar, AKBP Didi Dewantoro menegaskan, akan melakukan proses hukum terhadap para terduga pelaku dugaan pengeroyokan di tempat karaoke secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu.
Ia mengajak kepada semua pihak untuk saling menjaga kondusivitas, di mulai dari diri sendiri dan lingkungan. Pihaknya juga menjamin Kota Banjar aman dan kondusif.
Baca Juga: Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Ketua RT, Kelurahan Mekarsari Kota Banjar Lakukan Evaluasi
“Kami menjamin bahwa proses ini akan kami laksanakan dengan profesional transparan, berdasarkan fakta hukum yang kami dapatkan,” tegasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

10 hours ago
5

















































