Bappelitbangda Kota Banjar Ungkap Peruntukan Kawasan Strategis Ekonomi Seluas 994,28 Hektar 

4 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Banjar, Jawa Barat, mengungkap konsep pengembangan Rencana Kawasan Strategis Ekonomi Kota (KSEK).

Kepala Bappelitbangda Kota Banjar, Eri K Wardhana, mengatakan, total luas lahan yang diproyeksikan untuk pengembangan KSEK di seluruh titik lokasi mencapai 994,28 hektar.

Kawasan strategis ekonomi tersebut terbagi di sejumlah titik di antaranya kawasan perkebunan Mandalare seluas 290,73 hektar terletak di Desa Sinartanjung dan merupakan kawasan tunggal terluas dalam program tersebut.

Kemudian kawasan segmen 1 berlokasi di Desa Raharja dengan luas lahan 77,96 hektar. Kawasan segmen 2 tersebar di wilayah kelurahan Pataruman dan Desa Sinartanjung seluas 156,68 hektar.

Kawasan segmen 3 luas lahan 40,57 hektar yang berlokasi di Desa Rejasari. Sementara kawasan segmen 4 dengan luas lahan 53,46 hektar terletak di Desa Lengensari. Adapun untuk segmen 5 dengan luas lahan 110,98 hektar terletak di Desa Waringinsari.

Kemudian ada kawasan industri Batulawang dengan luas 263,9 hektar yang secara khusus akan difokuskan untuk sektor industri.

Baca Juga: Pemkot Banjar Siapkan Kawasan Stategis Ekonomi Khusus Seluas Ratusan Hektar

“Kawasan Batulawang akan difokuskan untuk sektor industri baru. Karena ke depan lokasinya dekat dengan exit tol Getaci,” kata Eri saat dikonfirmasi harapanrakyat.com, Minggu (12/7/2026).

Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Kota Banjar 

Lanjutnya menyebut, rencana pemanfaatan lahan KSEK Mandalare seluas 290,73 hektar. Kawasan ini recananya terbagi dalam dua fungsi utama, yakni 129,88 hektar atau 45 persen akan diprioritaskan untuk pembangunan energi terbarukan PLTS.

“Selabihnya seluas 160,85 hektar akan diproyeksikan untuk pertumbuhan ekonomi baru” katanya.

Sementara rencana kawasan strategis ekonomi segmen 1 terletak di Desa Raharja dan Mekarharja akan difokuskan untuk pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Pertimbangan tersebut karena mengingat lokasinya sangat strategis berada di jalur nasional menuju Jawa Tengah.

Kemudian segmen 2 meliputi wilayah Desa Sinartanjung dan Kelurahan Pataruman akan manfaatkan untuk mendukung struktur ruang kota dan pertumbuhan ekonomi.

“Konsep pengembangan kawasannya untuk agro industri logistik dan perdagangan terpadu,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, rencana kawasan strategis segmen 3 di Desa Rejasari untuk pengembangan kawasan logistik hasil pertanian. Kemudian untuk sentra agribisnis dan pusat perdagangan regional.

Berikutnya untuk segmen 4 untuk rencana pengembangan kawasan strategis wisata olahraga, agrowisata modern, ekonomi kreatif, dan MICE.

“Adapun untuk segmen 5 yakni KSEK Citanduy kawasan strategis ini direncanakan untuk wisata edukasi dan rekreasi serta kawasan komersil dan jasa,” jelasnya.

Ia pun menegaskan bahwa rencana penataan kawasan strategis ekonomi tersebut masih akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat (Kementerian) BBWS Citanduy dan instansi terkait.

Baca Juga: Tokoh Budaya Kota Banjar ‘Jamas’ Ratusan Benda Pusaka, Ada yang Usianya 100 Tahun

“Jadi ini masih rencana penataan kawasan. Langkah selanjutnya kami akan koordinasi dan pemaparan terkait rencana tersebut dengan Kementerian terkait,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |