Adab Memberi Salam Antar Sesama Muslim dalam Islam

1 day ago 19

harapanrakyat.com,- Memahami adab memberi salam sangatlah penting bagi setiap mukmin dalam kehidupan bersosial sehari-hari. Selanjutnya, ajaran Islam ini merupakan wujud doa keselamatan dari seorang muslim kepada saudara seimannya. Bahkan, ucapan kedamaian ini dipercaya mampu menjadi tanda kerendahan hati serta mempererat persaudaraan umat.

Baca juga: Memahami Makna dan Nilai Ketaatan Istri dalam Islam

Terdapat aturan tata krama khusus mengenai siapa yang sebaiknya mendahului mengucapkan doa keselamatan tersebut. Sebagai contoh, orang yang menaiki kendaraan sangat dianjurkan untuk menyapa mereka yang berjalan kaki. Kemudian, orang yang berjalan kaki juga patut terlebih dahulu menyapa mereka yang sedang duduk.

Panduan Adab Memberi Salam Berdasarkan Usia dan Kondisi

Sejalan dengan itu, adab mulia saat memberi sebuah salam menetapkan bahwa yang muda menyapa yang tua. Aturan penghormatan berdasarkan usia ini tetap berlaku teguh meskipun terdapat perbedaan status sosial pekerjaan. Di samping itu, kelompok yang berjumlah sedikit juga dianjurkan menyapa kelompok berjumlah lebih banyak.

Ajaran agama Islam juga sangat teliti mengatur tata cara sapaan ketika mengunjungi suatu majelis. Seorang pendatang wajib mengucapkan doa keselamatan saat memasuki tempat pertemuan maupun saat hendak pulang. Lebih lanjut, kedua sapaan tersebut memiliki nilai keutamaan yang sama besar di sisi Tuhan.

Baca juga: Keistimewaan dan Adab di Hari Jumat Menurut Kitab Bidayatul Hidayah

Selain itu, tuntunan agama juga mengatur tata cara menyapa saat seseorang memasuki rumah kosong. Seseorang tetap sangat dianjurkan bersuara pelan untuk mendoakan keselamatan diri sendiri dan hamba saleh. Namun demikian, menyapa orang yang sedang membuang hajat di dalam kamar mandi sangatlah dilarang.

Berikutnya, menyapa menggunakan isyarat tangan semata tanpa ucapan lisan amat dibenci oleh para sahabat. Hal tersebut dianggap menyerupai kebiasaan kaum lain yang sering menggunakan gerakan tubuh sebagai sapaan. Isyarat tangan hanya diperbolehkan sebagai alat bantu penyampaian manakala jarak orang tersebut sangat jauh.

Aturan Menjawab Sapaan Melalui Pesan Digital dan Lawan Jenis

Penggunaan aplikasi pesan instan saat ini sering kali memunculkan kebingungan mengenai kewajiban membalas sapaan. Hukum membalas sapaan secara individu di dalam obrolan pribadi tetaplah menjadi sebuah kewajiban mutlak. Sebaliknya, membalas sapaan tertulis di dalam grup digital merupakan kewajiban kolektif bagi seluruh anggota.

Oleh karena itu, apabila satu orang anggota grup telah membalasnya, maka kewajiban anggota lain gugur. Jika sama sekali tidak ada anggota yang menjawabnya, maka seluruh peserta grup akan berdosa. Tentu saja, membalas pesan teks ini bisa dilakukan dengan cara mengetik atau melafalkan lisan.

Sementara itu, menyapa lawan jenis yang bukan mahram diperbolehkan dengan syarat aman dari godaan. Para ulama terdahulu melarang keras menyapa wanita muda karena khawatir dapat memicu fitnah syahwat. Jika seorang wanita muda menyapa, laki-laki tersebut tidak dituntut menjawab demi menjaga kesucian hati.

Baca juga: Adab Menjadi Khatib dalam Khutbah Jumat yang Sesuai Syariat

Sapaan paling sempurna sebaiknya diucapkan secara lengkap hingga memuat doa keberkahan dari Tuhan semesta alam. Apabila seseorang menyapa dengan kalimat sempurna, balasan yang diberikan wajib setara atau lebih baik. Menambah redaksi ucapan sapaan setelah kata keberkahan tidak dianjurkan karena melanggar batasan ajaran asli.

Kesadaran mempraktikkan etika sapaan secara benar akan menciptakan suasana keharmonisan yang indah antar sesama. Sapaan ini juga menjadi wujud doa tulus agar setiap orang terhindar dari segala keburukan. Pastinya, pemahaman utuh mengenai adab memberi salam akan senantiasa menumbuhkan rasa kasih sayang masyarakat luas. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |