Anggota DPR RI, Rina Saadah dan KKP Gencarkan Gemarikan Cegah Stunting di Kota Banjar 

12 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Upaya menekan angka stunting sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat terus digalakkan di daerah. Salah satunya melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Kota Banjar DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar pada Sabtu (1/8/2026), itu turut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Hj. Rina Saadah, Wakil Walikota Banjar, Dr. H. Supriatna, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon dan undangan lainnya. 

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, mengatakan, angka konsumsi ikan masyarakat Kota Banjar saat ini baru menyentuh 24,24 kg per kapita atau per tahun.

​”Masyarakat Kota Banjar baru mengonsumsi ikan kurang lebih setengah kilo atau kurang dari satu kilo per bulannya. Ini tentu masih sangat rendah,” ujarnya. 

Baca Juga: Petani di Kota Banjar Mulai Khawatir Masa Tanam Bakal Terdampak Kemarau Panjang 

​Meski demikian, pihaknya mencatat adanya tren positif pada produksi perikanan daerah sepanjang tahun 2023 hingga 2025. Peningkatan ini tak lepas dari berbagai bantuan fasilitasi, seperti sarana kolam bioflok bagi kelompok pembudidaya dan pengolah hasil perikanan.

​Guna mendongkrak minat budidaya, Yoyon juga menyampaikan kabar baik bagi warga Kota Banjar yang memiliki kolam ikan.

​”Kota Banjar punya fasilitas Balai Benih Ikan. Berkat kebijakan Pak Walikota dan Pak Wakil, masyarakat khususnya ibu-ibu yang punya kolam bisa mendapatkan benih ikan secara gratis. Jadi ke depan tidak ada alasan kendala benih lagi,” tambahnya. 

Tujuan Sosialisasi Gemarikan di Kota Banjar

Sementara itu, Wakil Walikota Banjar, Dr. H. Supriana, yang turut hadir dalam acara tersebut. menyambut positif sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pola hidup sehat melalui konsumsi ikan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar,” terangnya. 

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Hj. Rina Saadah, menegaskan tingkat konsumsi ikan di wilayah Banjar dan sekitarnya saat ini tergolong masih sangat rendah. Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat konsumsi ikan masyarakat rata-rata baru menyentuh angka sekitar 1 kilogram per rumah tangga dalam sebulan.

​”Idealnya, tingkat konsumsi ikan itu bisa mencapai 5 kilogram per rumah tangga setiap bulannya. Jadi angka yang ada saat ini masih sangat kurang,” ujar Hj. Rina Saadah kepada awak media. 

​Menurutnya, gerakan sosialisasi ini menyasar tiga poin krusial bagi kesejahteraan masyarakat yakni mendorong masyarakat mengonsumsi protein hewani yang kaya gizi, mudah didapat, dan relatif terjangkau.

​Kemudian, penurunan angka stunting jadi membangun kesadaran gizi keluarga secara masif guna menekan prevalensi stunting di daerah. Terakhir penguatan ekonomi lokal yaitu mendorong geliat usaha para pelaku UMKM dan pedagang lokal melalui pengembangan produk-produk olahan berbasis ikan.

​Lebih lanjut, politisi PKB ini berharap pemerintah daerah beserta jajaran terkait tidak berhenti untuk terus melakukan edukasi sadar gizi kepada masyarakat. Di sisi lain, peran generasi muda juga dinilai sangat vital dalam mengawal program-program penanganan gizi dan pemberdayaan ekonomi agar tepat sasaran.

Baca Juga: Musim Kemarau, PDAM Tirta Anom Kota Banjar Pastikan Penyaluran Air Bersih Normal

​”Harapan kami, perekonomian masyarakat Kota Banjar yang mayoritasnya adalah pedagang dan pelaku UMKM dapat terus meningkat, salah satunya lewat diversifikasi produk olahan ikan. Selain itu, anak-anak muda harus ikut mengawal program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |