Perusahaan Raksasa Rusia Incar Lulusan SMK Indonesia, Gaji Puluhan Juta Rupiah

3 days ago 16

harapanrakyat.com,- Wajah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sedang bersiap melakukan transformasi besar. Tak lagi sekadar mengirimkan tenaga kerja di sektor domestik, pemerintah kini membidik sektor industri berat global sebagai panggung baru bagi putra-putri bangsa. Melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Indonesia resmi menjalin kemitraan strategis dengan raksasa aluminium asal Rusia, Rusal, untuk mengorbitkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke kancah internasional.

Baca Juga: Lulusan SMK di Jawa Barat Harus Tangkap Peluang Kerja di Luar Negeri

Langkah ini menandai pergeseran paradigma dalam tata kelola tenaga kerja migran. Bukan sekadar mencari nafkah, program ini dirancang sebagai kawah candradimuka untuk meningkatkan kompetensi teknis (up-skilling) tenaga kerja Indonesia, agar sejajar dengan standar global.

Proses Rekrutmen Lulusan SMK Indonesia untuk Bekerja di Perusahaan Aluminium Rusia

Menteri P2MI, Mukhtarudin menegaskan, bahwa kesepakatan awal telah dicapai. Saat ini, kedua belah pihak tengah menggodok Nota Kesepahaman (MoU), serta proposal teknis yang akan menjadi landasan hukum dan operasional program.

“Target kami, proses rekrutmen sudah bisa dimulai pada Mei 2026. Setelah melalui seleksi ketat, para peserta dijadwalkan berangkat menuju Rusia pada September 2026,” ujar Mukhtarudin dalam keterangannya mengutip dari Antara, Jumat (30/1).

Baca Juga: Lewat SMK Go Global, Pemerintah Koneksikan Sekolah dengan Dunia Industri

Lebih lanjut Mukhtarudin menambahkan, bahwa fokus pemerintah kini bergeser tajam ke arah sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi. “Indonesia memiliki bonus demografi yang melimpah. Rusia adalah mitra strategis yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” katanya menambahkan.

Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah akan melakukan sinkronisasi kurikulum pendidikan vokasi, khususnya di bidang pengelasan (welding). Hal itu agar sejalan dengan standar industri di Rusia. Persiapan ini bertujuan, agar para calon pekerja lulusan SMK Indonesia sudah memiliki pondasi teknis yang kuat, sebelum mereka menginjakkan kaki di Negeri Beruang Merah tersebut.

Peserta Wajib Jalani Pelatihan

Program ini bukan sekadar penempatan kerja instan. Perwakilan Rusal, Alexey Mirsky, memaparkan skema pendidikan komprehensif bagi 50 lulusan SMK terbaik yang terpilih. Para peserta akan menjalani masa persiapan panjang.

Meliputi tahun pertama pelatihan intensif bahasa Rusia. Tahun kedua pemantapan keahlian teknis pada bidang konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.

Setelah masa pendidikan usai, para peserta lulusan SMK Indonesia akan diikat dengan kontrak kerja selama lima tahun sebagai tenaga ahli pengelasan (welding). Tak main-main, apresiasi finansial yang ditawarkan sangat kompetitif.

“Bagi mereka yang berhasil mencapai Grade 6 sesuai standar sertifikasi Rusia, tersedia potensi pendapatan hingga 200 ribu Rubel atau setara Rp43,8 juta per bulan,” ungkap Mirsky.

Baca Juga: Alarm Pendidikan: Hasil TKA Siswa SMA Sederajat Jeblok, DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Kurikulum

Kemitraan ini mengusung semangat knowledge sharing. Rusal berencana membagi 50 peserta tersebut ke dalam dua jalur. 25 orang akan berkarir langsung di Rusia. Sementara 25 lulusan SMK Indonesia lainnya, akan ditempatkan pada proyek-proyek strategis Rusia di Indonesia, termasuk fasilitas pengilangan. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |