harapanrakyat.com,- Seorang pelajar perempuan bernama Silvi (13), warga Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang sebelumnya diduga alami gizi buruk hingga terpaksa berhenti sekolah, kini menjalani rawat inap di Puskesmas Legokjawa.
Karena berdasarkan pemeriksaan medis, ternyata Silvi tengah berjuang melawan penyakit TBC yang membuat berat badannya turun drastis.
Penderitaan Silvi bermula dari sebuah kecelakaan. Beberapa waktu lalu, ia terjatuh dari sepeda motor hingga mengalami patah tulang betis dan harus menjalani pemasangan pen.
Alih-alih membaik, kondisi kakinya justru memburuk. Luka bekas operasi mengeluarkan cairan nanah, kondisi tubuhnya semakin lemah dan penurunan berat badan yang signifikan. Isu tentang dugaan alami gizi buruk dan penelantaran Silvi pun ramai beredar di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Forkopimcam Cimerak turun langsung ke lapangan. Pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB, Camat Cimerak bersama Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas Legokjawa, dan perangkat desa membawa Silvi untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Camat Cimerak, Tedi Sopyan menegaskan bahwa kondisi Silvi yang mengalami penurunan berat badan drastis bukan akibat gizi buruk.
“Alhamdulillah, kami Forkopimcam bisa hadir langsung di rumah Silvi. Perlu kami luruskan, informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar. Silvi bukan kekurangan gizi sejak kecil,” katanya.
Forkopimcam Cimerak Pangandaran Bantah Isu Silvi Alami Gizi Buruk dan Penelantaran
Tedi menjelaskan, Silvi baru sekitar dua bulan terakhir mengalami sakit hingga tidak bisa berjalan. Sebelumnya, Silvi anak yang sehat dan aktif, bahkan sempat menempuh pendidikan hingga kelas 6 SD tanpa kendala.
Baca Juga: PMT Lokal, Cara Dinkes dan Puskesmas Atasi Gizi Buruk dan Stunting di Ciamis
“Silvi memang mengalami penurunan berat badan, tapi itu karena penyakit TBC yang dideritanya. Secara medis ada penyakit penyerta, dan proses pengobatannya membutuhkan waktu sekitar enam bulan,” jelasnya.
Tedi juga membantah keras tudingan bahwa Silvi ditelantarkan. Karena faktanya bidan desa, perawat, serta pemerintah desa terus melakukan pemantauan dan perawatan. Silvi bahkan sempat menjalani perawatan selama 10 hari di Puskesmas dan RSUD Pandega Pangandaran.
Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Legokjawa, Anjar Lukmanul Hakim. Ia menjelaskan bahwa penurunan berat badan pada pasien dengan penyakit tertentu, seperti TBC, memang sering terjadi.
“Selama menjalani pengobatan dengan benar dan tidak putus di tengah jalan, insya Allah kondisi Silvi akan cepat membaik,” kata Anjar.
Ia pun mengingatkan keluarga agar tidak menghentikan pengobatan atau drop out (DO), karena hal tersebut justru bisa memperparah kondisi pasien.
Saat ini, Silvi menjalani rawat inap di Puskesmas Legokjawa dan direncanakan akan dirujuk kembali ke RSUD Pandega Pangandaran untuk penanganan lanjutan.
Baca Juga: Bocah 7 di Kota Banjar Diduga Alami Gizi Buruk, Butuh Bantuan Penanganan
Masyarakat Harus Bijak Gunakan Medsos
Sementara itu, Kapolsek Cimerak, AKP Sova Maulana, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Informasi di medsos harus berdasarkan fakta. Jangan sampai niat membantu justru malah menimbulkan kesalahpahaman,” tegasnya.
Di tengah polemik dan simpang siur informasi, satu hal yang pasti, Silvi sedang berjuang untuk sembuh dari penyakit TBC. Dukungan keluarga, tenaga medis, dan perhatian berbagai pihak menjadi harapan besar agar senyum anak tersebut bisa kembali, dan langkah kakinya kelak mampu menapak lagi menuju masa depan yang lebih baik. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

9 hours ago
4

















































