Penemuan Fosil Kodok Purba di Los Angeles, Berasal dari Zaman Es

8 hours ago 15

Penemuan fosil kodok purba terjadi pada tahun 1929 silam. Penemuannya ada di Los Angeles. Meski sudah lama ditemukan, namun analisis tentangnya masih mengundang rasa penasaran kalangan ilmuwan hingga sekarang.

Baca Juga: Fosil Chiniquodon theotonicus Jadi Petunjuk Baru Evolusi Mamalia Melahirkan

Dalam penelitian terbaru menyebut bahwa kodok ini asalnya dari Zaman Es. Hal ini berarti berkisar 2,58 juta sampai dengan 11.700 tahun lalu. Untuk informasi selengkapnya, bisa cek uraian di bawah ini.

Penemuan Fosil Kodok Purba di La Brea Tar Pits

Fosil ini ditemukan di La Brea Tar Pits yang masih kawasan Los Angeles. Penemuannya tepat di genangan aspal alami. Saat penemuannya, ternyata melibatkan proses penggalian yang tak mudah.

Saat menggalinya pun, ada sejumlah tulang spesies purba lain yang ikut terungkap. Mulai dari serigala purba, marmut raksasa, harimau bertaring tajam dan mastodon. Di penemuan tersebut, tim peneliti identifikasi ada dua fosil kodok.

Dua fosil kodok berbeda tersebut masuk ke golongan spesies kodok dengan kaki sekop (spadefoot) ataupun Spea labreae, sp. nov. Bagian yang berhasil teridentifikasi ialah fragmen sacro-urostyle. Tak lain adalah penghubung tulang belakang bawah serta pinggul.

Alasan Fosil Kodok Masih Utuh

Saat penemuan fosil kodok purba ini, kalangan peneliti cukup terkejut. Tak mengherankan karena kondisi struktur tulang kodoknya masih utuh. Ternyata hal tersebut ada kaitannya dengan lokasi penemuannya.

Baca Juga: Penemuan Fosil Musango matusadonaensis, Spesies Dinosaurus Baru di Zimbabwe

Tulang kodok spadefoot cenderung rapuh dan kecil. Namun karena ditemukan di aspal alami, maka tulangnya masih terjaga dengan baik. Aspal alami selama ini terkenal mampu melindungi tulang dari proses pembusukan, pelapukan, predator sampai dengan paparan sinar matahari, oksigen, air hingga aktivitas mikroba. Karena kondisi aspal alami tersebut, lalat yang hinggap di area lubang tersebut seketika langsung melekat seperti halnya tengah diperangkap.

Proses Identifikasi

Saat meneliti fosil ini, kalangan peneliti melewati proses identifikasi yang panjang. Dalam proses identifikasi tersebut, peneliti membandingkannya dengan spesimen lain. Ketika membandingkan tersebut, menunjukkan hasil bahwa ukuran fragmennya sacro-urostyle dari kodok tersebut jauh lebih kecil daripada spesies sejenis lainnya.

Perbedaan ukuran jadi petunjuk penting bahwa fosilnya adalah spesies yang sebelumnya belum pernah ditemukan kalangan peneliti sebelumnya. Oleh sebab itu, spesies ini jadi spesies baru sekaligus pertama bagi kalangan peneliti. Hal ini sebagaimana penjelasan dari Dr. J. Alberto Cruz selaku peneliti utama.

Dalam identifikasi penemuan fosil kodok purba ini, Dr. J. Alberto Cruz membandingkannya dengan 80 spesies. Spesies tersebut asalnya dari Herpetology Collections yang ada di Natural History Museum of Los Angeles County. Ada juga dari Museum of Vertebrate Zoology yang ada di University of California, Berkeley.

Kemungkinan Migrasi

Meski ditemukan di Los Angeles, namun ternyata kalangan peneliti menyebut asal spesies kodok ini dari Amerika Utara. Tim peneliti juga menjelaskan bahwa spesies tersebut kemungkinan pindah dari habitat asli lantaran perubahan iklim. Iklim prasejarah di Los Angeles saat itu mirip iklim hutan hujan.

Perlu untuk diketahui bahwa amfibi cenderung sensitif pada perubahan iklim. Hal ini lantaran amfibi sangat bergantung dengan curah hujan, badan air hingga suhu. Baik itu untuk bereproduksi maupun bertahan hidup.

Karena hal itu, penemuan fosil kodok purba bisa membantu kalangan ilmuwan untuk memprediksi bagaimana kondisi iklim di masa mendatang lewat bidang paleobiologi konservasi. Hal ini memakai bukti yang berasal dari ekosistem prasejarah. Pada akhirnya, hal tersebut bisa memberi informasi yang berkaitan dengan upaya konservasi modern.

Selain faktor iklim, tim peneliti juga menduga adanya kemungkinan eksternal lain yang memicu kodok ini meninggalkan habitat aslinya. Hal ini sangatlah menarik untuk ditelusuri secara lebih mendalam. Oleh karena itu, tentu perlu penelitian secara lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.

Baca Juga: Penemuan Bersejarah Fosil Ular Zaman Kapur dengan Kualitas Tiga Dimensi

Penemuan fosil kodok purba sangatlah mengejutkan. Hal ini karena dalam penemuan tersebut memperlihatkan kondisi struktur fosil kodok purba yang masih utuh. Semakin menarik lagi karena juga ada kemungkinan proses migrasi. Hal ini lantaran kalangan peneliti yakin fosilnya tak benar-benar dari Los Angeles, melainkan datangnya dari Amerika Utara. Tentunya masih butuh penelitian lebih mendetail untuk mengungkapnya maupun menemukan informasi lain tentangnya. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |