Fosil gigi Maiasaura peeblesorum tengah diteliti oleh kalangan ilmuwan. Dari penelitian tersebut, kemungkinan besar anak dinosaurus ini tak makan makanan sama dengan induknya. Untuk informasi selengkapnya tentang penelitian fosil tersebut, bisa simak ulasan di bawah ini.
Baca Juga: Fosil Cimolodon desosai, Mamalia Prasejarah Seukuran Hamster Emas
Fosil Gigi Maiasaura peeblesorum Jadi Sorotan
Pada 13 Mei, terungkap studi baru yang menyebut sebagian dinosaurus rupanya memberi anaknya makanan lebih lunak. Makanan tersebut juga lebih bergizi. Tujuannya supaya anaknya bisa tumbuh dengan cepat di tahun pertama.
Penemuan ini asalnya dari studi yang meneliti fosil gigi Maiasaura peeblesorum. Hewan tersebut merupakan dinosaurus yang memiliki paruh bebek. Hewan ini pemakan tumbuhan dan hidupnya sekitar 75 juta-80 juta tahun yang lalu.
Saat meneliti fosil gigi Maiasaura peeblesorum tersebut, ilmuwan menemukan petunjuk baru tentang hewan purba di masa lalu. Hal ini karena gigi hewan purba muda tersebut memperlihatkan bekas aus yang lebih banyak karena menghancurkan makanan. Sementara untuk gigi hewan purba yang dewasa, memperlihatkan bekas aus karena memotong atau mengiris makanan keras.
Karena temuan tersebut, peneliti lantas memiliki dugaan kuat bahwa hewan purba dewasa membawa makanan yang lebih lunak dan kaya protein tinggi untuk anaknya. Makanan tersebut beda dari makanan sang induk. Biasanya induknya memakan bagian tumbuhan yang lebih keras, nilai gizinya rendah dan tinggi serat.
Diperkirakan Tidak Cari Makanan Sendiri
Selama ini ilmuwan aktif mempelajari spesies hewan purba. Dalam proses tersebut, ilmuwan menyadari bahwa hewan purba yang muda biasanya mencari makanan sendiri dengan ukuran lebih kecil. Misalnya saja hewan karnivora yang biasanya makan serangga.
Baca Juga: Teridentifikasinya Fosil Landak Semut Purba di Museum Victoria Research Institute
Kemudian untuk hewan purba pemakan tumbuhan, biasanya makan tunas atau buah. Namun ternyata berbeda dari temuan fosil gigi Maiasaura peeblesorum. Hewan purba Maiasaura peeblesorum muda kemungkinan tidak cari makanan sendiri. Hal ini karena sang induk yang memberi makan kepada anaknya.
Perilaku sang induk memberi makan kepada anaknya terjadi saat pekan pertama sesudah menetas. Sementara untuk pekan-pekan berikutnya, ilmuwan menduga anak hewan purba mungkin tetap pergi dari sarangnya untuk cari makanan kecil maupun buah sendiri. Bisa kita bilang bahwa anaknya bergantung dengan induknya saat awal menetas.
Mirip Perilaku Burung
Sebagaimana studi yang terbit di jurnal Paleogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology menyebut perilaku Maiasaura ini mirip dengan kebanyakan spesies burung. Ada dugaan pula anak Maiasaura memakan makanan dengan kandungan serat yang rendah. Meski begitu, nilai gizinya tinggi seperti halnya buah.
Dari fosil gigi Maiasaura peeblesorum, ilmuwan juga melihat kemungkinan indukan memberi anaknya makanan, namun sudah dimuntahkan sebagian. Hal ini memang sekilas mengingatkan kita dengan spesies burung. Di antara hewan purba yang berkerabat dekat, memang masih ada banyak kemungkinan untuk kita pelajari.
Kemiripan Strategi Reproduksi
Ternyata bukan hanya perilaku memberi makan saja yang mirip dengan burung, melainkan juga strategi reproduksinya. Hewan purba Maiasaura kemungkinan besar mempunyai strategi reproduksi mirip dengan burung masa kini. Hal ini tentu menambah wawasan mengenai spesies purba tersebut.
Sekilas tentang Maiasaura
Supaya lebih mengenal hewan purba ini, ada baiknya untuk mengetahui sekilas informasi tentangnya. Ternyata hewan purba ini mendapatkan julukan sebagai induk spesies dinosaurus yang baik. Hal ini karena ada banyak bukti fosil Maiasaura peeblesorum yang memperlihatkan sisi keibuan langka dalam dunia prasejarah selain dari gigi.
Spesies hewan purba ini sendiri hidupnya di Amerika Utara saat akhir Zaman Kapur. Penemunya ialah Laurie Trexler. Ia adalah pemburu fosil wanita yang telah menemukan spesimen pertama tahun 1978 di Montana.
Untuk karakteristiknya, tubuh hewan purba dewasa bisa sampai 9 meter dengan berat sekitar 5 ton. Lalu untuk kepalanya berukuran kecil dengan postur tubuh kekar dan ekor tebal sekaligus kaku. Selanjutnya ada tonjolan kecil di bagian atas kepala.
Semasa hidupnya, hewan purba ini sering berkumpul dengan kawanan besar dengan ribuan individu di dataran luas. Hal ini sebagai bentuk bertahan hidup apabila ada ancaman Predator. Misalnya saja Troodon.
Baca Juga: Penemuan Fosil Telur Dinosaurus Ovum in Ovo Buka Pemahaman Baru
Penemuan fosil gigi Maiasaura peeblesorum memang bisa mengungkap berbagai hal menarik. Hal ini tak terkecuali perilaku sang induk yang keibuan karena memberi makan anaknya. Dari temuan fosil gigi juga memperlihatkan bahwa Maiasaura peeblesorum memakan makanan lebih lunak dan bergizi. (R10/HR-Online)

13 hours ago
14

















































