harapanrakyat.com,- Peristiwa putusnya kabel baja atau sling Jembatan Gantung Pongpet saat prosesi peresmian menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Kecelakaan tersebut dinilai menjadi bahan evaluasi penting dalam memastikan setiap infrastruktur penyeberangan benar-benar aman digunakan masyarakat.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, pemerintah daerah memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas sekaligus keselamatan infrastruktur konektivitas di berbagai wilayah.
Namun, terkait Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Citra menyebut perlu ada kejelasan terlebih dahulu mengenai status dan kewenangan pengelolaannya.
Baca Juga: Baru Diresmikan Bupati, Jembatan Pongpet Pangandaran Malah Patah
Hal itu karena pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program TNI. Menurut Citra, pemerintah daerah tidak bisa begitu saja mengambil alih tanpa melalui proses koordinasi dan pembahasan dengan pihak terkait.
“Kita tidak bisa tiba-tiba mengambil alih. Harus dipastikan dulu karena itu program TNI. Kalau sudah clear, baru kita koordinasi,” kata Citra di Pendopo Bupati Pangandaran, Selasa 1 September 2026.
Jembatan Gantung Pongpet mengalami insiden pada Minggu 30 September 2026 sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, Citra hadir memenuhi undangan Dandim 0625/Pangandaran dalam agenda peresmian jembatan yang berada di wilayah Desa Margacinta.
Peristiwa tersebut terjadi ketika rangkaian kegiatan peresmian berlangsung. Putusnya sling membuat kondisi jembatan menjadi perhatian dan memunculkan kembali pertanyaan mengenai aspek keamanan infrastruktur penyeberangan bagi masyarakat.
Citra berharap kejadian tersebut tidak hanya berhenti sebagai sebuah insiden, tetapi dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan jembatan, khususnya dari sisi konstruksi dan keselamatan pengguna.
Dorong Jembatan Permanen Gantikan Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran
Citra bahkan menginginkan pembangunan jembatan permanen menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan keamanan akses masyarakat. Menurutnya, jembatan permanen dinilai lebih tepat untuk kebutuhan konektivitas warga dalam jangka panjang dibandingkan terus mengandalkan jembatan gantung.
Pengalaman melihat langsung kondisi jembatan saat insiden terjadi semakin memperkuat dorongan tersebut.
“Ke depan, mudah-mudahan ada anggaran, kita tidak lagi membangun jembatan gantung, tetapi jembatan permanen,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan jembatan bukan hanya berkaitan dengan akses penghubung antarwilayah, tetapi juga menyangkut keselamatan warga yang menggunakannya setiap hari.
Karena itu, pemerintah daerah akan berupaya mendorong perencanaan anggaran sekaligus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Harapannya, pembangunan infrastruktur penyeberangan di Pangandaran ke depan dapat mengedepankan aspek keamanan, kekuatan konstruksi, serta keberlanjutan.
“Insiden Jembatan Pongpet harus menjadi pelajaran agar pembangunan infrastruktur konektivitas di Pangandaran ke depan tidak hanya cepat terealisasi, tetapi juga benar-benar aman dan mampu digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya. (Kiki/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

21 hours ago
12

















































