Persib Lolos ACL 2, Tapi Masalah Finishing Masih Jadi PR Besar

20 hours ago 17

Persib Bandung memang menang dan mengamankan tiket lolos ke fase grup AFC Champions League (ACL) 2. Namun, skor 1-0 atas Manila Digger menyisakan catatan yang tak bisa diabaikan dan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Igor Tolic.

Baca Juga: Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Alihkan Fokus Dua Laga Sengit Super League Lawan PSM dan Persija

Persib Bandung akhirnya mengunci tiket ke fase grup ACL 2, setelah menundukkan Manila Digger dengan skor 1-0 di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Senin malam, 31 Agustus 2026. Kemenangan tersebut, sekaligus membuka peluang Bobotoh menyaksikan perjalanan Maung Bandung menghadapi klub-klub dari Korea Selatan, Australia, dan Vietnam.

Namun, kemenangan tipis itu tidak sepenuhnya membuat Bobotoh puas. Terutama karena pertandingan berjalan monoton, dan Persib hanya mampu mencetak satu gol dari sekian banyak peluang.

Bagi pemerhati Persib, Erix Exvrayanto, hasil akhir tetap menjadi hal terpenting dalam pertandingan seperti ini. “Peluang Persib sebenarnya banyak. Tercatat ada sekitar 12 peluang, meskipun yang menjadi gol cuma satu lewat Mariano Peralta,” ucap Erix Exvrayanto dalam wawancara dengan harapanrakyat.com via sambungan WhatsApp, Selasa (1/9/2026).

Satu Masalah yang Tak Boleh Diabaikan Meski Persib Lolos ACL 2

Menurutnya, kemenangan tetap harus diapresiasi karena Persib berhasil mencapai target utama, yakni lolos ke ACL 2. “Mau menang sepuluh kosong atau satu kosong, yang penting lolos. Tapi satu hal yang harus diingat, kalau nonton Persib jangan berhenti sebelum pertandingan selesai,” katanya.

Sekjen Boboko Kuningan ini melihat dominasi Persib sebenarnya sudah terlihat sejak awal pertandingan. Sehingga, laga tersebut tidak benar-benar berlangsung ketat seperti yang tergambar dari skor akhirnya.

Persib lebih banyak menguasai bola dan menciptakan peluang, terutama ketika memasuki sepertiga akhir lapangan. Tetapi efektivitas penyelesaian menjadi pembeda antara dominasi dan gol.

“Masalah finishing masih menjadi PR Persib setelah ditinggal asisten pelatih spesialis penyerangan, Goran Paulic,” ujarnya.

Baca Juga: Manila Digger tak Berdaya di SJH, Peralta Gokil Banget! Sistem Rotasi Persib Mulai Kelihatan

Meski Persib lolos ke ACL 2, namun menurut Erix, problem tersebut merupakan pekerjaan lama yang belum sepenuhnya mendapatkan solusi. Bahkan kembali terlihat ketika Persib gagal memaksimalkan momentum pada 15 hingga 20 menit pertama.

Padahal, fase tersebut menjadi periode penting karena Persib memiliki peluang untuk membuka skor lebih cepat. Tetapi tidak satu pun kesempatan berhasil dikonversi menjadi gol.

“Momentum sebenarnya ada di awal pertandingan. Persib bisa mencetak gol, tetapi tidak terjadi. Hukum sepak bola akhirnya berlaku dan Persib kesulitan membuka babak kedua dengan keunggulan,” ungkapnya.

Gol baru datang menjelang akhir pertandingan melalui Mariano Peralta, yang sekaligus menjadi pembeda dalam laga perdana kompetitif Igor Tolic bersama Persib.

Erix menilai, permainan Persib sebenarnya cukup dinamis dan fluid. Terutama dari sisi rotasi posisi pemain yang membuat struktur serangan tidak statis.

Peralta beberapa kali bergerak freerole sebagai pemain nomor 10 dan bertukar posisi dengan Ragnar Oratmangoen. Sementara lini serang Persib mencoba terus mencari ruang di antara blok pertahanan Manila Digger.

Peralta Gokil Banget!

Lolosnya Persib ke ACL 2 memang tampil dengan sejumlah keterbatasan, karena tidak semua pemain masuk daftar susunan pemain, termasuk Gatsuko Notsuda. Sementara Ulliam Barros harus absen akibat akumulasi kartu.

Memasuki babak kedua, Igor Tolic mencoba mengubah intensitas serangan dengan memasukkan Thom Haye dan Berguinho untuk menambah daya gedor Persib.

Thom Haye dimainkan sebagai pemain nomor 8, sekaligus deeplying playmaker dan berada sejajar dengan Marc Klok. Sedangkan Berguinho diberi kebebasan lebih besar untuk bergerak di area nomor 10. Namun, perubahan tersebut belum langsung memberikan efek besar terhadap produktivitas Persib.

Berguinho justru punya kontribusi penting dalam proses lahirnya gol Peralta yang membuat Persib lolos ke ACL 2. Meskipun pada babak kedua pemain tersebut tidak terlalu sering menjadi pusat perhatian dalam penguasaan bola.

“Kalau babak pertama serangan Persib lebih banyak dari sisi kanan melalui sektor Luka Menalo. Babak kedua lebih bergeser ke kiri lewat Eliano Reijnders dan Ragnar Oratmangoen,” kata Erix.

Pergantian arah serangan tersebut membuat Persib memiliki variasi dalam membangun serangan, meski problem utama tetap sama, peluang yang datang belum selalu berujung gol.

Erix kemudian menyebut Peralta sebagai salah satu spektakel yang membuat laga tersebut tetap menarik untuk disaksikan. “Kalau melihat aksi Mariano Peralta, nggak ada obat. Bobotoh yang bilang pertandingan monoton pasti bisa terkesima melihat akselerasinya,” tuturnya.

Menurut Erix, Peralta memiliki agresivitas dan akselerasi yang membuatnya mampu memberikan ancaman berbeda dibandingkan pola serangan Persib sebelumnya. “Peralta gacor banget!” kata Erix, menutup penilaiannya terhadap penampilan pemain baru Persib tersebut.

Baca Juga: Manila Digger Ditekuk Persib Bandung di Menit Akhir, Juan Esteva Ngaku Sedih tapi Bangga

Bagi Persib, kemenangan atas Manila Digger bukan sekadar lolos ke fase grup ACL 2. Tetapi juga, menjadi alarm awal bahwa kualitas finishing harus segera dibenahi jika Maung Bandung ingin berbicara lebih jauh di level Asia. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |