Menelusuri Jejak Masjid Keramat Megu Cirebon di Jawa Barat

9 hours ago 12

Masjid Keramat Megu Cirebon merupakan salah satu peninggalan sejarah dan religi yang masih berdiri kokoh di Jawa Barat. Masjid berusia ratusan tahun ini tak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga menyimpan jejak perjalanan panjang. Keberadaannya menonjol sebagai bangunan kuno yang menarik bagi para pecinta sejarah di Indonesia. 

Baca Juga: Wisata Religi Tokoh Penting Makam Mbah Arya Baya Rahiya Bogor

Masjid Keramat Megu Cirebon sebagai Bangunan Kuno yang Masih Berdiri Kokoh

Pada dasarnya, daya tarik Masjid Keramat Megu tak berhenti dari arsitekturnya yang tradisional. Namun, di dalam masjid ini terdapat tiga makam leluhur yang dihormati masyarakat setempat. Masyarakat meyakini bahwa makam leluhur tersebut dahulu memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di kawasan masjid. 

Lantas, bagaimanakah sejarah berdirinya Masjid Keramat Megu? Siapa tokoh yang berjasa dalam pembangunannya? Berikut ulasan lengkapnya. 

Struktur Masjid Unik dengan Pintu Kecil

Masjid Keramat Megu Cirebon merupakan bangunan kuno dari Ki Buyut Atas Angin atau Ki Buyut Megu. Bangunan masjid keramat ini berada di Desa Megugede, Weru di Kabupaten Cirebon. Sebelum memasuki area masjid tersebut, terdapat gapura kembar yang lokasinya di samping Jalan Raya Megu. Tidak jauh dari gapura tersebut, tampak deretan bata merah sebagai ciri khas area pembatas masjid. 

Masuk ke bagian teras, terdapat bangunan bata merah dengan tinggi kurang lebih sepinggang orang dewasa. Di sampingnya, terdapat pintu masuk berukuran kecil, sehingga pengunjung yang datang harus menunduk terlebih dahulu. Menurut para pegiat sejarah dan naskah kuno Komunitas Latar Wingking, ada alasan mengapa pintu masjid sengaja dibuat kecil. 

Farihin menjelaskan bahwa bentuknya yang unik tersebut merupakan simbol menjauhkan diri dari sifat kesombongan. Menurutnya, pintu kecil yang mengharuskan orang menunduk memiliki makna psikologis. Desain bangunan ini berguna untuk mengajarkan kerendahan hati dan mengingatkan setiap orang agar meninggalkan niat buruk sebelum memasuki sebuah tempat. 

Baca Juga: Menelisik Sejarah Petilasan Jaka Tingkir Karawang dan Kisah Kesaktiannya

Tiga Makam Keramat dari Tokoh Populer

Di dalam ruangan Masjid Keramat Megu Cirebon, terdapat tiga makam keramat. Diantaranya adalah makam Ki Buyut Megu beserta istrinya dan makam Pangeran Aria Natas Angin. Konon, Pangeran Aria adalah sosok yang berpengaruh pada abad ke 18 dalam sejarah Keraton Kasepuhan. 

Dalam sejarahnya, Pangeran Aria Natas Angin termasuk sebagai tokoh yang begitu populer. Berkat kepopulerannya, ia mendapatkan julukan dan kehormatan khusus untuk dimakamkan dengan sosok pendiri wilayah Megu, yakni Ki Buyut Megu atau Ki Buyut Atas Angin. 

Pada awalnya, area makam berada di luar masjid. Namun karena perluasan dan pengembangan, ketiga makam akhirnya masuk ke area dalam masjid. Lebih tepatnya berada di bagian teras belakang. Meskipun area masjid mendapatkan banyak pemugaran, namun struktur bangunan makam tampaknya masih dipertahankan seperti bentuk aslinya. 

9 Pintu dan Sumur Keramat

Sebagai informasi, di area dalam Masjid Keramat Megu Cirebon terdapat 9 pintu yang berasal dari kayu. Pintu tersebut hanya terbuka di hari tertentu, misalnya saat sholat Jumat dan sholat Id. 

Kemudian, di samping area masjid terdapat sumur yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar. Konon, pembuangan air ada di Kecomberan, tanpa melewati saluran pembuangan masjid. Padahal, jaraknya sendiri cukup jauh dari area masjid, sebab Kecomberan berada di selatan Kecamatan Talun. 

Farihin sendiri menjelaskan bahwa konsep pembuangan air tersebut sulit untuk dimengerti. Bahkan, konsep pembuangan air bertabrakan dengan aliran air yang seharusnya dari selatan ke utara. Sementara pembuangan air dari sumur keramat justru dari utara ke selatan. 

Ki Buyut Megu sebagai Utusan Prabu Siliwangi

Menurut cerita yang berkembang, Ki Buyut Megu merupakan utusan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Ia bertugas untuk menjemput anak dari Prabu SIliwangi, Raden Walangsungsang agar kembali ke Pajajaran. Setelah sampai di Cirebon, Ki Buyut Megu akhirnya bertemu Raden Walangsungsang namun malah masuk Islam. 

Ada pula yang menceritakan bahwa sebelum masuk Islam, Ki Buyut Megu bertarung terlebih dahulu Raden Walangsungsang. Setelah akui kesaktian Raden Walangsungsang, ia akhirnya masuk Islam. Kemudian, Ki Buyut Megu membangun daerah yang kini menjadi wilayah Megu, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. 

Baca Juga: Air Bertuah di Keramat Eyang Dalem Wirakanta Ciamis

Masjid Keramat Megu Cirebon bukan sekadar tempat ibadah. Di balik bangunan sederhananya, masjid menyimpan banyak cerita menarik yang diwariskan turun-temurun. Berkat kepercayaan masyarakat, Masjid Keramat Megu Cirebon tetap terkelola dengan baik dan berdiri kokoh sebagai salah satu warisan bersejarah di Jawa Barat. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |