Kisah Prajurit Kostrad Bentak DN Aidit Agar Keluar dari Persembunyian

5 hours ago 9

Prajurit Kostrad bentak DN Aidit menjadi kisah menarik dalam proses penangkapan dalang utama G30S/PKI tersebut. Saat itu DN Aidit memang tengah bersembunyi di ruang rahasia demi menyelamatkan nyawa satu-satunya. Namun ternyata ruang tersembunyinya terbongkar sehingga ia terpaksa untuk keluar dan menyerah.

Baca Juga: Menguak Perbedaan Tan Malaka dan DN Aidit dalam Membangun Gerakan

Prajurit Kostrad Bentak DN Aidit, Drama Menarik di Tengah Pengejaran

DN Aidit resmi menjadi buronan setelah terjadinya Gerakan 30 September 1965 oleh PKI. Sebab ia merupakan pemimpin PKI sehingga dianggap menjadi dalang utama dari peristiwa berdarah tersebut. Dengan segera, para tentara pun dikerahkan untuk memburu dan menangkap pemimpin Partai Komunis Indonesia tersebut.

Kolonel Jasir Hadibroto, Komandan Brigade Infanteri IV Kostrad memimpin pengejaran Aidit ke Jawa Tengah. Awalnya Kolonel Jasir dan pasukannya bertugas di operasi Dwikora upaya konfrontasi dengan Malaysia. Saat itu ia beserta pasukannya bersiaga di sana dalam operasi pendaratan ke Malaysia.

Sebelum operasi berjalan, ia mendapat perintah lain dari atas dan harus ke Jakarta. Kolonel Jasir dan prajurit Kostrad yang bentak DN Aidit pun berangkat dari Kisaran, Sumatera Utara menuju Jakarta. Setibanya di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Kolonel Jasir kemudian langsung menuju Gambir.

Di Gambir, Kolonel Jasir mendatangi markas Komando Tjadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad. Ia hendak melapor kepada orang yang memberinya perintah ke Jawa Tengah yaitu Panglima Kostrad, Mayor Jenderal Soeharto. Panglima Kostrad memerintahkan Jasir membawa Brigade Infanteri IV di bawah pimpinannya ke Jawa Tengah mengikuti pasukan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo.

Pengejaran Pemimpin PKI di Solo dan Sambeng, Jawa Tengah

Kolonel Jasir dan pasukannya kemudian tiba di Solo yang dianggap menjadi basis Partai Komunis Indonesia. Dalam waktu tiga minggu tim intelijen Brigif IV kemudian berhasil melacak jejak Aidit. Terbongkar juga bahwa pada 21 November 1965 Aidit berpindah persembunyian dari Kletjo ke Sambeng, bagian barat Solo.

Baca Juga: Beberapa Permintaan DN Aidit Sebelum Dieksekusi Mati di Sumur Tua Jawa Tengah

Saat itu DN Aidit yang dibentak Prajurit Kostrad bersembunyi di rumah seorang kader PKI yang bernama Kasim. Letnan II Ning Prajitno bersama dengan anak buahnya kemudian mengepung rumah tersebut sekitar pukul 21.00. Pasukan tentara tersebut kemudian menggeledah rumah Kasim namun ternyata tidak ada Aidit di dalamnya.

Tentara kemudian membawa Kasim ke markas kemudian mengintrogasinya sementara sebagian tentara berjaga di rumahnya. Saat itulah Kasim akhirnya mau membuka mulut dan memberitahukan tempat Aidit bersembunyi di rumahnya. Tak membuang waktu, pasukan kemudian kembali ke rumah Kasim untuk menangkap Aidit.

Terbongkarnya Tempat Persembunyian DN Aidit yang Tidak Terduga

Dengan todongan senjata, Kasim kemudian menggeser lemari dalam sebuah ruangan hingga terlihatlah pintu rahasia. Letnan Ning Prajitno merasa yakin bahwa DN Aidit memang bersembunyi di balik pintu rahasia tersebut. Prajurit Kostrad tersebut kemudian berteriak meminta Aidit untuk segera keluar dari tempat persembunyiannya.

Prajurit Kostrad Letnan Ning Prajitno bentak DN Aidit untuk keluar, jika tidak menurut ia akan membakar rumah. Mendengar ancaman tersebut, Aidit akhirnya terpaksa keluar namun membalas gertakan dari sang Letnan. Aidit menyebut ia merupakan Menteri Koordinator utusan Presiden Soekarno dan bertanya apa mau Letnan Ning Prajitno.

Letnan Ning Prajitno sedikit gentar namun menjawab bahwa ia hanya menjalankan tugas untuk menangkapnya. Kemudian tentara membawa Aidit ke markas Brigif V di Loji Gandrung dan menghadapkannya pada Kolonel Jasir Hadibroto. Aidit meminta Jasir agar membawanya ke Presiden Soekarno namun Kolonel Jasir tidak mengabulkannya.

Eksekusi Pemimpin PKI

Besoknya pada 22 November 1965, pasukan Kolonel Jasir membawa Aidit ke Boyolali menaiki jip. Namun dalam iring-iringan tentara tersebut jip yang membawa Aidit dan Kolonel Jasir berbelok ke Batalyon Infanteri 444. Mereka kemudian membawa Aidit mendekat ke sumur lalu mengeksekusinya dan memasukan jasadnya ke dalam sumur.

Baca Juga: Penyebab Kematian DN Aidit, Eksekusi Mati di Balik Peristiwa G30S PKI

Prajurit Kostrad bentak DN Aidit menjadi drama singkat dari panjangnya perburuan terhadap pemimpin PKI tersebut. Respon DN Aidit yang membalas bentakan prajurit Kostrad bersenjata dengan membawa nama Presiden Soekarno juga menjadi bukti keberaniannya. Namun hal tersebut juga menjadi bukti keteguhan dan keberanian Tentara Indonesia dalam menjalankan tugas. Berkat hal itu pula Pemimpin Partai Komunis Indonesia berhasil tertangkap setelah pencarian cukup panjang. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |