Chery J6T CSH resmi meluncur sebagai model SUV REEF yang datang dengan pendekatan berbeda. Kehadirannya menjawab kebutuhan para pengguna yang ragu beralih ke mobil elektrifikasi. Sebab, lini J6T CSH menyediakan opsi menarik bagi mereka yang ragu memilih mobil listrik lantaran pertimbangan jarak tempuh dan akses pengisian daya.
Baca Juga: Omoda O4 EV Debut sebagai Mobil Listrik Berbasis AI
Daya Tarik Chery J6T CSH sebagai SUV REEF Baru di Indonesia
Belum lama ini, J6T CSH resmi diperkenalkan dalam ajang GIIAS 2026 sebagai salah satu pilihan SUV REEV menarik. Kendaraan menggabungkan sensasi berkendara layaknya mobil listrik dengan dukungan mesin berbahan bakar bensin. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menikmati perjalanan jauh, tanpa adanya rasa was-was sebab harus sering berhenti mengisi ulang daya baterai.
J6T CSH tetap mempertahankan desain boxy khas SUV petualang dengan dimensi lebih besar dari J6 versi standar. Ukurannya mencapai panjang 4.503 mm, lebar 1.950 mm, tinggi 1.785 mm, serta wheelbase 2.783 mm. Ground clearance 220 mm dan kemampuan menerjang genangan hingga 650 mm membuatnya siap menghadapi berbagai kondisi jalan.
Struktur bodi aluminium yang ringan dipadukan suspensi H-arm aluminium untuk meningkatkan stabilitas. Fitur keselamatan mencakup 15 ADAS dan enam airbag, sementara kabin dibekali layar sentuh 15,6 inci sebagai pusat navigasi dan hiburan.
Debut Model J6T CSH di Indonesia
Chery J6T CSH merupakan salah satu SUV yang sempat mencuri perhatian pada ajang GIIAS atau Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026. Ajang bergengsi ini berlangsung di kawasan ICE BSD City, Tangerang pada 29 Juli 2026. Kehadiran J6T CSH saat itu sekaligus memperluas jajaran kendaraan Chery Super Hybrid (CSH) di pasar otomotif Indonesia.
Pada dasarnya, perilisan J6T CSH merupakan komitmen produsen untuk menghadirkan kendaraan sesuai dengan kebutuhan mobilitas modern. Kendaraan ini tidak hanya ramah lingkungan, namun juga nyaman untuk menunjang berbagai aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Dengan kombinasi teknologi elektrifikasi dan efisiensi tinggi, kendaraan menawarkan pengalaman berkendara praktis, tanpa mengorbankan performa maupun ketenangan selama perjalanan.
Melihat dari sisi desain, produsen tetap mempertahankan karakter khas J6T menggunakan tampilan boxy yang tangguh. Struktur bodinya sengaja dibuat kokoh dengan perpaduan H-arm suspension aluminium. Hal ini memberikan kenyamanan berkendara sekaligus kemampuan melintasi berbagai medan jalan.
Tawarkan REEV sebagai Nilai Jual Utama
Daya tarik utama dari Chery J6T CSH adalah penggunaan teknologi REEV atau Range Extended Electric Vehicle. Produsen menyematkan teknologi tersebut sebagai bagian dari sistem kendaraan, yakni Chery Super Hybrid.
Spesifikasi J6T CSH cenderung berbeda dengan hybrid konvensional. Sebab, mesin bensin pada sistem kendaraan berguan sebagai pembangit listrik untuk mengisi ulang baterai. Sementara itu, tenaga penggerak utama tetap berasal dari motor listrik. Hal ini menciptakan pengalaman berkendara yang terasa mulus, akselerasi responsif dan suasana kabin senyap layaknya mengendarai mobil listrik sepenuhnya.
Baca Juga: Subaru Solterra 2026 Hadir Lebih Modern dengan Performa Listrik yang Semakin Andal
Melihat dari spesifikasi tersebut, J6T CSH bisa jadi solusi praktis bagi konsumen di Indonesia yang masih mempertimbangkan adanya infrastruktur pengisian daya. Dengan SUV REEF ini, maka pengendara tetap bisa mengisi baterai dengan menggunakan listrik. Sementara itu, pengendara juga tetap aman dan nyaman sebab kendaraan memiliki cadangan energi dari tangki bensin saat melakukan perjalanan luar kota.
Jarak Tempuh Hingga 1.000 Km
J6T CSH mengusung mesin bensin 1.500 cc turbo bertenaga 154 tk dan torsi 220 Nm yang berfungsi sebagai generator pengisi baterai LFP CATL berkapasitas 33,6 kWh. SUV ini juga mendukung fitur Vehicle-to-Load (V2L) 6 kW sebagai sumber listrik portabel, serta menggunakan velg 21 inci yang memperkuat kesan modern dan tangguh.
Sektor jarak tempuh menjadi salah satu daya tarik terbesar pada Chery J6T CSH. Kendaraan ini menawarkan kemampuan berkendara yang cukup memadai, yakni lebih dari 1.000 km. Besaran angka tersebut didapatkan dalam kondisi baterai kendaraan maupun tangki bahan bakar sudah terisi penuh.
Besaran angka tersebut setara dengan memulai perjalanan dari Jakarta-Banyuwangi tanpa melakukan pengisian ulang baterai selama mengemudi. Hal ini menunjukkan bahwa J6T CSH tidak hanya memberikan efisiensi semata. Namun, kendaraan juga menjawab kekhawatiran pengguna soal range anxiety yang masih menjadi tantangan utama penggunaan mobil elektrifikasi di Indonesia.
Apakah J6T CSH Layak Ditunggu di Indonesia?
Peluncuran J6T CSH menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi sekarang ini sudah semakin fleksibel. Belum lagi dengan berbagai pendekatan menarik seperti sistem REEV, karakter SUV bergaya boxy hingga klaim jarak tempuh yang lebih dari 1.000 km.
Daya tariknya tersebut menjadikan J6T CSH sebagai SUV baru yang berpotensi menarik di Indonesia. Terlebih bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman menggunakan mobil listrik, tanpa bergantung pada stasiun pengisian daya sepenuhnya.
Baca Juga: Mobil iCAR V27 Siap Meluncur di GIIAS 2026 sebagai SUV REEF Modern
Chery J6T CSH meluncur sebagai SUV REEV dengan perpaduan pengalaman berkendara ala mobil listrik dan fleksibilitas mesin bensin. Berbekal teknologi Chery Super Hybrid dan klaim jarak tempuh lebih dari 1.000 Km, Chery J6T CSH bisa jadi pilihan menarik. Kehadirannya mampu mengurangi kekhawatiran pengguna pada keterbatasan infrastruktur pengisian daya maupun range anxiety. (R10/HR-Online)

17 hours ago
14

















































