harapanrakyat.com,- Sebanyak 10 cabang olahraga (cabor) memilih walk out dari forum Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) VI KONI Kota Banjar yang digelar di Aula Toserba Pajajaran, Sabtu (29/8/2026).
Aksi tersebut berujung pada penolakan terhadap hasil Musorkot yang menetapkan Soedrajat Argadireja sebagai Ketua KONI Kota Banjar periode 2026-2030.
Pengcab Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Banjar menjadi salah satu cabor yang menyatakan penolakan. Sikap tersebut dilakukan karena sejumlah cabor menilai laporan pertanggungjawaban (LPJ) KONI Kota Banjar periode 2022-2026 yang disampaikan Ketua KONI Kota Banjar Soedrajat Argadireja tidak transparan, terutama dalam hal keuangan.
Baca Juga: Aksi Walk Out Sejumlah Cabor Kritisi LPJ KONI Banjar, Dorong Perbaiki Tata Kelola Organisasi
Ketua Pengcab IMI Kota Banjar Asep Saefurrohmat mengatakan, pihaknya bersama cabor lainnya telah membuat berita acara penolakan hasil Musorkot. Dokumen tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada KONI Jawa Barat.
Menurut Asep, sikap tersebut bukan bentuk ketidakpatuhan terhadap forum Musorkot. Penolakan dilakukan sebagai catatan untuk mendorong perbaikan tata kelola organisasi KONI Kota Banjar.
“Kemarin juga kita berkumpul karena ini kan organisatoris yang baik. Kita bikin berita acara penolakan yang akan kami serahkan ke KONI Jabar,” kata Asep Saefurrohmat, Minggu (30/8/2026.
Lanjutnya menyebut, tidak akan mempermasalahkan hasil Musorkot apabila nantinya Ketua KONI yang telah ditetapkan oleh forum bakal diberikan Surat Keputusan (SK) oleh KONI Jabar.
Pihaknya juga menyadari langkah penolakan tersebut tidak akan mempengaruhi hasil Musorkot. Namun ia berharap penolakan tersebut setidaknya bisa menjadi catatan untuk masukan dan perbaikan.
Pihaknya menegaskan akan tetap memposisikan diri di luar kepengurusan KONI yang selanjutnya sebagai bentuk check and balance terhadap organisasi.
“Jadi walaupun misalkan memang itu betul ya, nanti di SK-kan oleh KONI Provinsi Jabar tapi ada catatan-catatan khusus lah. Tujuannya untuk perbaikan seperti itu,” tandasnya.
Dinamika Musorkot KONI Kota Banjar Masih Wajar
Sementara Ketua PSSI Kota Banjar Asep Anggi D. Sihombing, mengatakan, dinamika yang terjadi di Musorkot VI KONI Banjar masih dalam taraf wajar dan demokratis.
Namun, sebagai pimpinan sidang tetap yang juga sebagai Ketua Cabor yang Cabornya juga memilih walkout dari Musorkot, ia pun harus mengambil sikap sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Ia juga mengaku, sebelum kejadian sudah mendiskusikan berkaitan aksi walk out 10 cabor dari forum serta pengunduran dirinya sebagai pimpinan sidang dengan pihak KONI Jabar dan hasilnya sidang tetap dilanjutkan.
“Sebagai ketua cabor saya memiliki tanggung jawab moral kepada cabor yang saya pimpin. Karena hal itu saya juga memutuskan mundur dari pimpinan sidang tetap Musorkot KONI Kota Banjar,” ujarnya.
Ia mengatakan, yang menjadi catatan dan dasar walk out peserta dalam forum tersebut yakni terkait transparansi laporan pertanggung jawaban Koni periode 2022-2026.
Meski begitu ia menyatakan komitmennya untuk terus berkiprah semaksimal mungkin memajukan dunia olahraga khususnya cabor sepak bola.
Baca Juga: Soedrajat Ditetapkan Ketua KONI Kota Banjar, Keabsahan Masih Menggantung
Selain itu, ia juga akan tetap mendukung siapapun yang akan memimpin KONI Kota Banjar. Namun ia juga memberi catatan agar tranparansi keuangan harus terbuka dan diketahui secara rinci oleh cabor-cabor di bawah pimpinan KONI Kota Banjar.
“Tapi perlu diperhatikan bahwa saya mundur karena alasan prinsipil yaitu laporan pertanggungjawaban yang saya pikir tidak transparan dalam hal keuangan. Alasan ini sama seperti yang disampaikan oleh cabor-cabor lain yang memilih walk out,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

12 hours ago
10

















































