Program Viking NASA kembali mencuri perhatian. Dalam program ini sendiri melibatkan Viking 1 dan Viking 2. Keduanya adalah sepasang wahana pendarat sekaligus pengorbit Planet Mars yang meluncur sejak tahun 1975.
Baca Juga: Kemampuan Roman Space Telescope NASA yang Meluncur di Beberapa Tahun Mendatang
Kemudian di tahun 1976, wahana pendaratnya berhasil mendarat di planet merah tersebut. Dalam program ini, kedua wahana tersebut memiliki misi penting. Misinya tidak lain untuk mengenal planet merah secara lebih mendalam.
Program Viking NASA di Mars
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa kedua wahana ini membawa misi. Untuk wahana penerbit, misinya ialah membuat peta global. Kemudian untuk wahana pendarat, menjalankan misi untuk memeriksa permukaan Planet Mars dari dekat.
Dengan membawa misi tersebut, kedua Viking ini saling bekerjasama untuk mengungkap tanda-tanda kehidupan di Planet Mars. Sudah bukan rahasia lagi apabila ilmuwan gencar mencari tanda kehidupan di luar Planet Bumi. Mars pun termasuk salah satu planet yang jadi sorotan kalangan ilmuwan.
Sayangnya, kedua wahana dari NASA ini bekerja dalam kurun waktu lebih lama di luar rencana sebelumnya. Pada akhirnya, keduanya rusak selang beberapa tahun kemudian. Sekilas mengenai program Viking ini, sebenarnya termasuk misi NASA yang paling mahal.
Bagaimana tidak, program ini mengeluarkan biaya sampai US$1 miliar. Misi tersebut juga termasuk program sulit yang pernah ilmuwan kirim ke Planet Mars. Untungnya, program ini terbilang sangat sukses karena sebagian besar pengetahuan mengenai Planet Mars sampai akhir tahun 1990an asalnya dari Viking.
Hasil Pengamatan Viking
Saat melibatkan kedua wahana Viking NASA, tak sedikit yang bertanya-tanya apakah benar Planet Mars layak untuk ditinggali manusia seperti halnya Bumi? Banyak juga yang bertanya apakah ada tanda kehidupan di planet merah tersebut. Mencermati pertanyaan tersebut, Viking memberikan data dalam menjalankan misinya.
Baca Juga: Sinyal Misterius Satelit Zombie NASA Setelah 60 Tahun Mati Total
Berbicara mengenai hasil pengamatannya, kedua wahana dari program Viking NASA membawa tiga eksperimen. Eksperimen tersebut bertujuan untuk mencari adanya tanda kehidupan di Planet Mars. Nyatanya hasilnya pun sangat positif.
Hasil Instrumen GC-MS
Sayangnya, instrumen lain yakni GC-MS, gagal dalam mendeteksi adanya molekul organik. Karena hal itu, tak ada bukti untuk mendeteksi keberadaan kehidupan sejati di planet merah. Oleh sebab itu, Gerald Soffen yang tak lain adalah ilmuwan proyek Viking memberikan kesimpulan bahwa tak ada materi, maka tidak ada kehidupan.
Hasil tersebut didapatkan saat instrumen ini beroperasi dengan cara memanaskan sampel tanah Planet Mars. Dalam memanaskan sampel tersebut, menggunakan suhu sampai 120⁰C. Hal ini bisa menghilangkan kelebihan CO2 yang berasal dari atmosfer Planet Mars.
Lalu suhunya dinaikkan lagi sampai 630⁰C. Tak sedikit ilmuwan yang menyebut apabila ada senyawa organik dalam sampel tanah Planet Mars tersebut, maka bisa menguap. Oleh sebab itu, perlu analisis lebih lanjut daripada langsung membuat kesimpulan soal program Viking NASA tadi. Salah satu ilmuwan yang memiliki pendapat ini ialah Profesor Steve Benner.
Penjelasan Profesor Steve Benner
Setelah mengetahui kesimpulan tadi, rupanya tak serta-merta mendapatkan persetujuan. Profesor Steve Benner yang berasal Foundation for Applied Molecular Evolution di Florida, Amerika Serikat memiliki tim ilmuwan lantas memberikan laporan tersendiri. Dalam laporan tersebut menyebut data Viking mengungkapkan hal berbeda dari kesimpulan di buku teks maupun literatur ilmiah mengenai Mars.
Menurut sang profesor, pada intinya orang-orang tahu bahwa program Viking NASA telah menemukan molekul organik. Hal tersebut jadi bukti adanya tanda kehidupan di Planet Mars. Tak hanya itu, Profesor Benner juga mengatakan adanya kesalahan interpretasi awal dari hasil GC-MS.
Pada akhirnya, hal tersebut menunda bidang astrobiologi Planet Mars hingga 50 tahun. Oleh karena itu, daripada mengeluarkan pernyataan resmi tentang misi Viking tak memperlihatkan bukti kehidupan di Planet Mars lantas memasukkannya ke buku teks, lebih baik mengadakan debat ilmiah. Profesor Benner kini menyerukan untuk membuka kembali debat ilmiah mengenai bukti kehidupan yang ada di Planet Mars.
Baca Juga: Teleskop NASA SPHEREx, untuk Pelajari Alam Semesta
Berkaitan dengan program Viking NASA, ternyata data dari kedua wahana tersebut memperlihatkan kurangnya bukti organik. Akan tetapi, kalangan ilmuwan menyerukan untuk melakukan peninjauan ulang. Setelah itu, membuka kembali perdebatan mengenai kehidupan di Planet Mars. Hal yang pasti, program Viking memperlihatkan kecanggihan teknologi dari NASA untuk mengenal lebih dalam kondisi Planet Mars. (R10/HR-Online)

1 month ago
39

















































