Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Tekankan Integritas dan Pengabdian untuk Rakyat

7 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik 1.204 Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/6/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari pengabdian panjang sebagai aparatur negara yang bertugas melayani masyarakat. 

“Hari ini tentunya adalah hari yang istimewa bagi saudara sekalian. Saya, atas nama Pemerintah Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan daerah Indonesia, serta atas nama pribadi, mengucapkan selamat kepada seluruh Pamong Praja Muda yang hari ini resmi dilantik,” katanya.

Baca Juga: PBHI Sebut Label ‘Londo Ireng’ dari Prabowo sebagai Bentuk Stigmatisasi Pengkritik

Ia mengingatkan bahwa menjadi pamong praja berarti siap menghadapi berbagai tantangan, bekerja di garis depan, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Hari ini saudara telah memilih sebuah jalan hidup yang mulia, jalan hidup untuk mengabdi kepada rakyat, kepada bangsa, dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menilai seorang aparatur negara harus mampu hadir di tengah masyarakat saat menghadapi persoalan, mulai dari bencana hingga pelayanan publik. Menurutnya, birokrasi yang diharapkan masyarakat adalah birokrasi yang cepat, bersih, disiplin, bebas korupsi, serta berani mengambil keputusan demi kepentingan rakyat.

“Hidupmu penuh dengan tuntutan dari bangsa dan negara. Saudara harus menjadi Pamong Praja yang hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan. Saudara harus menjadi pelita harapan, harus menjadi tonggak dukungan dan kepemimpinan bagi masyarakat,” ucapnya.

Prabowo Apresiasi Praja Muda IPDN

Presiden juga mengapresiasi para lulusan IPDN yang sebelum dilantik telah diterjunkan membantu penanganan bencana di Aceh. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa para pamong praja muda telah merasakan langsung pentingnya melayani masyarakat dalam situasi sulit.

“Sebelum saudara dilantik, saudara sudah dituntut untuk bekerja membantu rakyat di saat rakyat menghadapi kesulitan. Saudara-saudara, menjadi Pamong Praja bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan kehormatan. Sekarang saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan sumber daya alam yang melimpah. Karena itu, dibutuhkan pemerintahan yang kuat, efisien, berintegritas, dan bebas dari praktik korupsi agar cita-cita menuju Indonesia maju dapat terwujud.

Ia optimistis masa depan Indonesia akan semakin cerah. Berdasarkan berbagai proyeksi internasional, Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang.

Menurutnya, para lulusan IPDN yang dilantik hari ini akan menjadi generasi yang memegang peranan penting dalam menjalankan pemerintahan pada masa depan.

Prabowo juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga. Para pamong praja diminta membangun sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, kejaksaan, tokoh masyarakat, ulama, hingga pelaku usaha agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif.

“Saudara-saudara kalau nanti bertugas, saudara tidak akan bekerja sendiri. Saudara menjadi bagian dari satu tim besar kebangsaan, saudara akan bekerja sama dengan TNI, Polri, dengan Kejaksaan, dengan pemerintah daerah, dengan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat, saudara harus pandai bergaul. Saudara pelihara hubungan baik dengan semua unsur, dengan ulama, dengan pengusaha, dengan tokoh masyarakat, dengan tokoh adat,” tambahnya.

Latar Belakang Praja Muda IPDN Sumedang

Salah satu hal yang mendapat perhatian Presiden adalah latar belakang para lulusan terbaik IPDN tahun ini. Berdasarkan laporan Menteri Dalam Negeri, sepuluh lulusan terbaik berasal dari keluarga sederhana, seperti anak buruh, petani, dan anggota TNI berpangkat bintara.

Menurut Prabowo, hal tersebut menunjukkan bahwa sistem seleksi IPDN telah berjalan berdasarkan prestasi dan membuka kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa.

“Prestasi harus menjadi ukuran utama dalam membangun birokrasi. Siapa pun memiliki kesempatan menjadi pemimpin jika memiliki kemampuan dan dedikasi,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Presiden berpesan agar seluruh Pamong Praja Muda tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kemudian menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.

Baca Juga: Seratus UMKM Sumedang Dapat Pendampingan Legalitas dan Uji Nutrisi Gratis dari BEI

Ia juga mengingatkan agar para lulusan bekerja dengan rendah hati, menjaga nama baik almamater, dan membanggakan orang tua. Ia pun mengingatka bahwa, yang terpenting menjadi aparatur negara yang mampu menghadirkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Saudara-saudara, saya juga berpesan, buatlah orang tua selalu bangga dengan Anda. Buatlah almamatermu bangga. Yang paling penting, buatlah rakyat Indonesia bangga dengan Pamong Prajanya,” pungkasnya. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |