I.League Ubah Lagi Aturan Super League, Batasi Pembuatan Konten Selebgram dan Influencer!

11 hours ago 5

I.League merincikan aturan baru terkait Super League musim 2026/2027 mendatang. Perubahan ini tak hanya berkaitan dengan aturan sepak bola di lapangan hijau, tapi juga aturan pembuatan konten influencer maupun selebgram.

Perubahan aturan di lapangan antara lain dihapusnya kewajiban memainkan pemain U-23, perubahan jumlah peminjaman pemain. Hingga diharuskannya ada asisten pelatih lokal. I.League juga mengatur mengenai jabatan keamanan untuk tiap tim. 

Perubahan yang cukup mencolok ada di bagian Media dan Hak Siar. Dalam aturan tersebut, pembuatan konten media oleh influencer dan selebgram kini semakin ketat.

Baca Juga: Persebaya Segera Umumkan Pemain Asing Baru ke-11, Merajuk pada Matheus Lagoa

Aturan Baru Super League: Larang Semua Pembuat Konten untuk Masuk Lapangan

Dalam aturan tersebut, semua pembuat konten baik influencer, selebgram, maupun pembuat konten independen tak boleh masuk ke tempat yang khusus untuk pemegang hak siar.

Hal tersebut lebih ketat dari musim sebelumnya, ketika I.League hanya melarang ‘content creator’ untuk masuk ke area lapangan.

Aturan Super League terbaru ini tak hanya boleh merekam atau mengambil foto, tapi juga punya rentang waktu lebih rinci. Pembuat konten independen dan sejenisnya tak boleh mendokumentasikan apapun terhitung 6 jam sebelum kick off hingga selesainya rangkaian pertandingan.

Baca Juga: Lolos ke Fase Grup ACL 2, Igor Tolic dan Mariano Peralta Puji Kesabaran Skuad Persib Bandung

Jika ada yang melanggar regulasi tersebut, ada sanksi berat yang akan I.League berikan. Jika di musim sebelumnya hanya berupa teguran, musim ini berupa take down konten secara paksa di media sosial hingga sanksi denda mencapai Rp 200 juta.

I.League Naikkan Subsidi untuk Klub

Meski lebih berat dalam aturan Super League yang baru ini, namun I.League tetap memberikan beberapa kemudahan untuk klub yang mengikuti kompetisi ini. Salah satunya adalah memberikan bantuan operasional hingga Rp 27 miliar untuk 18 klub yang bertanding di liga sepak bola paling bergengsi di Indonesia ini.

Angka ini jauh lebih besar dari musim sebelumnya. Musim lalu tiap klub hanya mendapatkan Rp 19 miliar saja, angka yang jauh lebih besar di musim ini. Bahkan jadi subsidi terbesar sepanjang sejarah kompetisi Liga Indonesia.

Baca Juga: Babak Baru Karier Mees Hilgers; Tinggalkan FC Twente dan Merapat ke SC Heerenveen

Dengan bantuan tersebut, I.League berharap tiap klub bisa punya tambahan pemasukan. Lewat cara ini, ruang finansial klub yang lebih baik untuk operasional dan kebutuhan tim menghadapi musim 2026/2027 nanti.

Bukan itu saja, klub yang memberikan menit bermain tambahan untuk pemain muda juga mendapat intensif. Intensif tersebut tak termasuk dalam budget Rp 27 miliar yang sebelumnya sudah I.League siapkan. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |