NASA luncurkan LOXSAT dijadwalkan akan berlangsung beberapa bulan lagi. Lebih tepatnya pada Juli 2026. LOXSAT itu sendiri memiliki kepanjangan Liquid Oxigen Flight Demonstration.
Baca Juga: Langka, Wahana Psyche Rekam Fenomena Mars Mirip Sabit
Misi ambisius ini bertujuan untuk uji coba teknologi mutakhir berupa penyimpanan sekaligus transfer bahan bakar di luar angkasa. Bahan bakar tersebut khusus untuk roket. Tampak jelas bahwa LOXSAT jadi terobosan besar bagi NASA untuk menjelajahi antariksa.
NASA Luncurkan LOXSAT Juli Mendatang
Baru-baru ini NASA membuat gebrakan mengejutkan karena akan menghadirkan SPBU di antariksa. Disebut SPBU karena misi NASA ini ada kaitannya dengan pengisian ulang bahan bakar di luar angkasa. Uji coba ini berguna untuk mendukung perjalanan manusia menuju bulan sampai Mars di masa mendatang.
Adapun bahan bakarnya berupa kriogenik dengan suhu super dingin di antariksa. Ilmuwan pun sangat antusias dengan terobosan ini. Hal ini karena berbagai misi luar angkasa bisa terbantu berkat SPBU tersebut.
Manfaatnya sangat terasa pada program artemis. Hal ini karena program tersebut menargetkan manusia kembali lagi ke bulan sebelum pada akhirnya pergi ke planet Mars. Misi antariksa pun tidak akan kehabisan bahan bakar nantinya.
Pemanfaatan Roket Electron
Dalam misi NASA luncurkan LOXSAT ini, tentu ilmuwan menggunakan roket dengan teknologi mutakhir. Roket tersebut tidak lain yaitu roket Electron. Rencananya, peluncurannya akan berlangsung tanggal 17 Juli 2026.
Dengan roket tersebut, lokasi peluncurannya ada di fasilitas Rocket Lab yang letaknya di kawasan Selandia Baru. Roket Electron akan membawa satelit ke orbit bumi. Hal ini tidak lain untuk menjalani berbagai pengujian secara intensif.
Tujuan Uji Coba
Setidaknya selama 9 bulan lamanya di orbit, wahana luar angkasa tersebut akan menguji hingga 11 komponen berteknologi tinggi. Pengujian ini memiliki tujuan utama untuk memahami bagaimana pengelolaan cairan kriogenik di tengah kondisi mikrogravitasi secara efektif.
Pengelolaan bahan bakar di antariksa memang bukan hal yang mudah bagi ilmuwan maupun insinyur. Apalagi bahan bakar kriogenik seperti halnya hidrogen cair, oksigen cair dan metana cair bersifat sangat sensitif dengan perubahan suhu. Apabila suhu yang ada di tangi penyimpanannya naik sedikit saja, maka cairannya akan menguap jadi gas.
Baca Juga: Robot Curiosity NASA Terjebak di Atacama, Bukan Batu Kerikil Biasa
Ilmuwan tidak bisa memanfaatkan gas tersebut untuk bahan bakar mesin roket. Sampai saat ini pun belum ada satupun misi antariksa yang bisa menyimpan ataupun memindahkan bahan bakar kriogenik dalam jangka waktu lama secara stabil di orbit. Menyadari hal itu, misi NASA luncurkan LOXSAT pun mendapat sambutan positif.
Bentuk Kerjasama NASA dengan Eta Space
Rupanya terobosan besar ini bukan dari NASA saja. Akan tetapi, turut berkolaborasi bersama Eta Space. Eta Space merupakan perusahaan rintisan yang berasal dari Florida lewat inisiasi namanya Tipping Point.
Harapannya, proyek tersebut bisa memberi solusi bagi kebutuhan energi wahana luar angkasa di masa depan. Misalnya saja wahana Starship SpaceX serta Blue Moon. Wahana tersebut dikembangkan oleh Blue Origin.
Misi Artemis 3
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa rencana NASA luncurkan LOXSAT ini mampu mempengaruhi misi ke luar angkasa, terutama Artemis. Harapannya pengujian LOXSAT sudah bisa selesai sebelum akhir 2027 nanti. Hal ini karena di tahun tersebut, NASA akan meluncurkan misi Artemis 3.
Saat misi ini berlangsung, ada 4 astronot yang terbang ke orbit rendah planet Bumi. Hal ini bertujuan untuk simulasi manuver docking antara wahana pendarat bulan dan kapsul Orion. Apabila sesuai dengan rencana, misi tersebut akan memberi berbagai informasi penting bagi ilmuwan.
Informasi tersebut bisa membantu SpaceX maupun Blue Origin dalam mengembangkan teknologi untuk mengelola bahan bakar kriogenik di luar angkasa. Informasi ini juga bisa membuka jalan untuk stasiun pengisian bahan bakar yang ada di orbit. Hal ini berguna untuk mendukung misi ke luar angkasa lainnya. Penjelajahan luar angkasa pun bisa dilakukan secara lebih leluasa dan mendalam.
Baca Juga: Misi NEO Hunter, Strategi Revolusioner untuk Menjaga Keamanan Planet dari Ancaman Asteroid
Rencana NASA luncurkan LOXSAT memang patut mendapat apresiasi. Hal ini karena misi tersebut menyediakan SPBU di luar angkasa. Jika sudah resmi luncurkan LOXSAT, maka NASA sama saja telah berupaya untuk mendukung berbagai misi ke luar angkasa. Baik itu ke bulan, planet Mars ataupun lainnya. (R10/HR-Online)

18 hours ago
12

















































